Kapolri Jenderal Tito Karnavian Ingin Segera Pensiun Dini, Kenapa?

0
191

Pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berencana ingin mengakhiri jabatannya sebelum 2022 menuai respon dari berbagai pihak.

Menurut Anggota Komisi III DPR Wenny Warouw tak sepatutnya Tito berbicara seperti itu. “Bayangin dia kapolri ngomong seperti itu, sedangkan kapolda saja kalau bisa diperpanjang sepuluh tahun,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Wenny mensinyalir, keinginan pensiun dini dari jabatan kapolri baru kali ini terjadi. “Saya baru sekarang mendegar, tiga puluh lima tahun di kepolisian baru denger kapolri mau pensiun dini, gimana ini?” heran pensiunan Brigradir Jenderal Polisi itu.

Sebagai pensiunan perwira Polri, Wenny yakin, keinginan Tito untuk pensiun dini dari jabatannya bukan karena adanya tekanan karena tugas yang diemban.

“Saya tahu orangnya hebat. Mau seribu tekanan, dia bisa atasi. Dia hebat, karena low profile ada strategi, hebat dia susun,” tegas Wenny.

Kendati terbilang muda sebagai kapolri, Tito menurutnya mampu menuntaskan persoalan yang ada. Contohnya saja pada waktu aksi bela Islam. Hanya Tito mampu turun untuk menemui para demonstran.

“Kapolda dan kapolsek nggak berani, tapi Tito yang hebat bisa menetralisir, jadi seribu kali lipat masalah besar bisa atasi,” sebut politikus Partai Gerindra itu.

Sementara dia menambahkan, akan sulit untuk mencari pengganti Tito nantinya. “Pasti bisa ada gantinya, tapi imbangan seperti dia?” pungkas mantan Direktur Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Direksus Bareskrim) Polri itu.