Jusuf Kalla Dituding Jadi Dalang Pengaturan Vonis Ahok?

0
122

Husain Abdullah selaku Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) mengungkapkan, kalau akun  Twitter Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas telah melakukan penyebaran fitnah dalam postinganya.

Postingan tersebut telah memperlihatkan pertemuan yang dilakukan Jusuf Kalla dengan beberapa tokoh yang telah mengatur vonis Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang terkait dengan kasus dugaan penistaan agama.

Pihaknya mengatakan, kalau akun itu telah menyebarkan fitnah yang menggambarkan seolah-olah kalau Jusuf Kalla yang telah mengatur vonis Ahok. Dengan gambar yang menunjukkan pertemuan yang salah satunya dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali.

“Itu yang dibilang Pak Hatta sebenarnya Ibnu Munzir anggota DPR asal Sulbar, bukan Pak Hatta Ali,” ucapnya.

Husein mengungkapkan, kalau sekarang ini dia sudah mengkonfirmasi kepada beberapa pihak yang telah ada dalam pertemuan tersebut, yaitu mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan mantan Menteri Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan.

Menurut keterangan yang telah diberikan keduanya, kata Husein, kalau yang telah dikatakan sebagai Hatta Ali dalam pertemuan tersebut sebenarnya adalah Ibnu Munzir. Sehingga dengan itu, pihaknya yang mempermasalahkan tentang postingan itu karena menurutnya telah menyangkut nama dari Jusuf Kalla.

“Awalnya saya tidak terlalu pusing dengan postingan gambar itu. Tapi lama-lama saya melihat ini sudah menyangkut kehormatan Pak JK termasuk Pak Hatta sebagai tokoh publik,”  tuturnya.

Dia menjelaskan, kalau pertemuan tersebut yang juga telah dihadiri oleh pengusaha Sofyan Wanandi dilakukan pada saat melakukan nonton bareng dalam hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua beberapa pekan lalu.

Oleh karena itu, adanya pertemuan yang telah dilakukan tersebut tidak ada hubungannya dengan sidang vonis Ahok, seperti apa yang telah dituduhkan oleh akun @LaskarCikeas yang menggambarkan kalau Jusuf Kalla di pertemuan itu untuk mengatur vonis Ahok.

“Dari postingan foto yang menyebut Hatta Ali saja sudah salah. Ini saya tidak tahu siapa pemilik akun itu. Kalau itu oknum ‘Ahoker’ saya kira mereka sudah berlebihan,” pungkasnya.