Jokowi dan SBY Disebut Sedang Atur Jadwal Pertemuan Dalam Waktu Dekat

0
221

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan, pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat ini belum terwujud hanya karena masalah teknis.

Presiden Jokowi tengah mencari jadwal yang tepat dengan presiden keenam RI tersebut. Hal itu sesuai dengan yang disampaikan Jokowi kepada wartawan di Istana beberapa waktu lalu.

“Presiden sampaikan waktu itu, ini waktunya sedang diatur,” ucap Johan dalam acara “Satu Meja”, Senin (15/11/2016) malam.

Jadi atau tidaknya pertemuan tersebut, Johan menegaskan bahwa antara Jokowi dan SBY selama ini tidak ada persoalan.

Oleh karena itu, kalaupun pertemuan terwujud, ia berharap tidak dipandang sebagai rekonsiliasi antara keduanya.

“Jangan dibungkus seolah ada perseteruan antara Jokowi dan SBY,” ucap Johan.

Johan mengatakan, pertemuan antara Jokowi dan SBY, kalaupun terwujud, harus dipandang sebagai ajang silaturahim antara dua tokoh bangsa.

Pertemuan tersebut serupa dengan Jokowi saat bertemu ketua umum parpol lainnya.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai DemokratSyarief Hasan. Menurut Syarief, pertemuan Jokowi dengan SBY belum terwujud karena keduanya sama sama-sibuk dan belum ada waktu yang tepat.

“Kami komunikasi terus, kalau dikatakan tidak ada komunikasi tidak betul. Kalau dikatakan, ada yang terjadi (antara Jokowi dan SBY) tidak betul,” ucap Syarief.

Syarief mengingatkan bahwa jauh sebelumnya, SBY sudah beberapa kali bertemu Jokowi. Misalnya, saat pelantikan Jokowisebagai presiden, diadakan acara pisah sambut dengan SBY di Istana Kepresidenan.

Kemudian, saat Jokowi hadir pada Kongres Demokrat di Bali.

Syarief meyakini, jika nantinya pertemuan Jokowi dan SBY terwujud, maka hal tersebut bisa menciptakan ketenangan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Sebelumnya Jokowi sudah bertemu dengan hampir semua ketua umum parpol dalam beberapa waktu belakangan ini.

Selain SBY, Jokowi hanya belum bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Hanura(nonaktif) Wiranto.

Adapun Wiranto menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang hampir setiap hari bertemu Jokowi.

Pertemuan politik dilakukan pasca-aksi unjuk rasa 4 November. Unjuk rasa tersebut untuk menuntut proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menistakan agama.