Jokowi atau Puan Maharani yang Pantas Gantikan Bila Megawati Pensiun?

0
224

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung soal keinginannya pensiun memimpin partai berlambang banteng moncong putih itu. Muncul pertanyaan, siapa yang bakal memimpin PDIP setelah Mega lengser keprabon?

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menyebut PDIP tidak pernah kekurangan kader terbaik. Sejumlah kader tersebut kini menduduki jabatan publik dan relatif memiliki tingkat penerimaan yang bagus di masyarakat.

Rico mencontohkan, di tingkat nasional, ada Joko Widodo (Jokowi), yang kini menjadi Presiden RI. Di tingkat lokal, ada Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini. Di tingkat kementerian, ada nama Puan Maharani, yang juga putri kinasih Megawati.

“PDIP tidak pernah kekurangan kader pemimpin. Ada Jokowi, Puan Maharani. Di tingkat lokal ada Ganjar, Risma,” kata Rico kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/3/2017).

“Pertanyaannya, apakah PDIP berani mengusung tokoh yang bisa menjadi figur solidarity maker atau perekat selain figur trah Sukarno,” kata Rico.

Menurut Rico, jika Megawati ingin PDIP menjadi partai besar dan modern, sudah saatnya dia mengutamakan regenerasi kompetensi, bukan lagi berdasarkan genetis. Alasannya, ke depan partai yang akan bertahan dan maju bukanlah yang berbasis keluarga, melainkan berbasis kader.

“Bayangkan, misalnya, Jokowi menjadi Ketum PDIP akan ada manfaat dua arah. Pertama, pemerintah jelas akan lebih kuat dan PDIP juga kuat karena dua hal, yakni kader dan semangat menjadi yang terbaik. Artinya, jalur vertikal berbasis kerja terbuka. Kedua, sumber daya yang dibutuhkan untuk membesarkan partai juga turut membesar,” tutur Rico.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan saat ini yang terkuat di PDIP adalah Puan dan Prananda. Ada satu nama lagi, yakni Puti Guntur.

“Kalau saat ini yang kuat di internal PDIP memang Puan, Prananda, dan sebenarnya ada satu lagi, Puti Guntur Soekarno. Soal siapa penerus sebenarnya akan semakin terlihat jelas ke depannya. Yang jelas, Megawati sudah memahami pentingnya kaderisasi parpol. PDIP, bagaimanapun, perlu mempertimbangkan kelanjutan agar partai ini makin besar dan bisa panjang umur,” kata Hendri kepada wartawan