Isi Pesan Setya Novanto Soal e-KTP ke Ganjar Pranowo Jadi Heboh

0
201

Mantan anggota Komisi II DPR Ganjar Pranowo mengaku pernah mendapatkan goody bag setelah rapat. Saat itu, Ganjar mengira isi goody bag itu adalah buku.

Hakim ketua Jhon Halasan Butar Butar awalnya membacakan berita acara pemeriksaan Ganjar tentang goody bag itu. Ganjar mengaku tidak tahu siapa yang memberikan goody bag itu.

“Saya tidak tahu. Jadi suatu ketika selesai rapat, saya lagi ngobrol tiba-tiba orang nyelonong ‘pak ada titipan’, saya pikir buku. Waktu saya buka kok bentuknya bukan seperti buku. Saya bilang balikin lagi deh. Tapi orangnya sudah lari. Saya tanya itu siapa, ‘Nggak tau mas’,” kata Ganjar dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2017).

Setelah itu, hakim Jhon kembali membacakan BAP Ganjar tentang pertemuannya dengan Setya Novanto. Pertemuan itu terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali.

“Tentang perbincangan 2011-2012 saya pernah bertemu dengan saudara Setya Novanto di Bandara Ngurah Rai Bali. lalu ada pembicaraan ‘Gimana mas Ganjar soal e-KTP? Sudah beres? Jangan galak-galak ya’. Lalu saudara menanggapi ‘saya nggak ada urusan’. Ini menarik. Coba dijelaskan?” ucap hakim Jhon kepada Ganjar.

Ganjar menjelaskan saat itu bertemu dengan Setya Novanto tetapi beda pesawat. Tentang perkataan Novanto ‘jangan galak-galak’, menurut Ganjar hal itu lantaran adanya perdebatan terkait proyek e-KTP.

“Kita berjumpa dalam suatu penerbangan tetapi beda pesawat. Itu saya mau masuk pesawat dan didatangi, dibilang begitu. Katanya jangan galak-galak dan saya bilang sudah selesai urusan e-KTP dan bukan urusan saya,” kata Ganjar.

“Anda diminta tidak galak-galak, apa Anda galak?” tanya hakim Jhon.

“Waktu itu kita berdebat masalah item-item di e-KTP, waktu itu uji coba yang dikritisi teman-teman itu ‘yakin atau nggak (proyek e-KTP rampung), akan berhasil apa nggak?’,” jawab Ganjar.