Inilah Dia 5 Proyek yang Mangkrak di Era SBY dan Mulai Berjalan Melalui Presiden Jokowi !

0
408

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sedang melakukan pemfokusan pada pembangunan infrastruktur nagara. Bahkan dalam pembangunan ini pada setiap tahunnya mencapai 30 persen dari total pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Infrastruktur yang akan dibangun oleh Presiden Jokowi adalah malai dari jalan yang akan menghubungkan antara Papua hingga Sumatera. Dan juga dalam segi sektor kelistrikan yang hingga kini masih belum dirasakan oleh beberapa masyarakat di perbatasan.

Jokowi yang sudah memiliki target dalam lima tahun kedepan, pembangkit listrik sebesar 35.000 MW sudah dapat dibangun. Akan tetapi, presiden yang akan memumulainya dari pula jawa karen ada beberapa alasan, salah satunya adalah infrastruktur jalan sudah ada. Pihaknya juga menyakini pada 2019 akan ada jalan tol yang dapat menghubungkan anatara daerah Barat sampai Timur Jawa.

“Insya Allah. Kurang lebih ada 1.200 kilometer. Saya ke sini dalam rangka melihat perkembangan dari pembangunan jalan tol di seluruh Jawa. Kebetulan pada hari ini, saya ingin melihat perkembangan yang Semarang-Solo, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono,” terang Jokowi.

Namun Jokowi yang telah dipusingkan dengan adanya beberapa proyek yang hingga saat ini mash beleum terselesaikan.bhakn sempat dikabarkan, kalau proyek yang setengah jadi tersebut sudah makrak bertahun tahun dan tak kunjung ada penyelesaiannya.

Salah satu proyek yang masih belum terselesaikan adalah infrastruktur listrik dan pembangunan jalan. Sebelumnya, Luhut yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan melaporkan bahwa ada bangunan yang makrak sejak lima tahun lalu, dan bangunan tersebut memiliki nilai yang mencapai Rp 143 triliun.

Kabanyakan dari proyek tersebut adalah pembangunan jalur kereta api dan juga jalan tol. Selain itu Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung yang juga telah menemukan sebuah proyek pemabangunan listrik yang mangkrak hingga kini, dan proyek tersebut adalah peninggalan SBY.

Dan proyek yang hingga kini masih belum terselesaikan ini telah banyak merugikan negara yang mencapai treliunan rupiah. Dugaan tersebut setelah adanya penemuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Proyek yang hingga kini belum terselesaikan itu adalah proyek penggandaan 7.000 megawatt, dalam proyek tersebut telah didasari dengan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2006 dan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2010.