Inikah Hubungan Kasus Ahok dan Dimas Kanjeng Sama-Sama Penistaan Agama

0
262

Melihat hebohnya reaksi masyarakat dalam menyikapi kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pasangannya Djarot Saiful Hidayat mencoba membandingkan dengan beberapa kasus lainnya.

Contoh yang diambil oleh calon wakil gubernur nomor urut dua ini adalah kasus penggandaan uang yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Bahkan Djarot menyinggung kehadiran salah satu anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam ritual penggandaan uang yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng.

“Kemarin ada yang heboh itu loh yang bisa menggandakan duit, Dimas Kanjeng Taat Pribadi ya? Bahkan di situ kemudian ada satu tokoh, kebetulan tokoh itu ada di Majelis Ulama Indonesia gituya,” kata Djarot di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Untuk mencari jawaban dalam kasus Dimas Kanjeng, Djarot mencoba menanyakannya kepada Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP PPP‎ Akhmad Gojali Harahap.

“Saya mohon maaf, sekarang kita hubungkan, ini penistaan agama bukan Pak?” tanya Djarot.

“Penistaan agama,” jawab Akhmad.

Mendapat jawaban Akhmad, mantan Walikota Blitar ini menilai, jika apa yang dilakukan Dimas Kanjeng termasuk penistaan agama namun publik dapat menerima proses hukum, harusnya masyarakat juga menghargai proses hukum dalam kasus Ahok.

“Kasus itu kita (orang) enggak marah, enggak apa-apa tunggu proses aja. Geleng-geleng aku ya,” ujar Djarot.

“Sama seperti Pak Ahok sudah tunggu proses saja. Enggak ada niat beliau buat nistain agama, nistainAlquran. Kita serahkan kepada proses hukum,” ungkapnya.