Ini Sosok Pemuda yang Tikam 7 Bocah SD di NTT

0
353

Peristiwa tragis menimpa tujuh anak Sekolah Dasar di Seba, Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Mereka diserang oleh seorang pria tak dikenal, Selasa (13/12/2016) pagi.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abas membenarkan adanya penganiayaan itu. Menurutnya pelaku mengalami gangguan jiwa.

“Dugaan sementara, pelaku mengalami gangguan jiwa. Kami masih periksa intensif tapi mengalami kesulitan, karena pelaku sulit dikonfirmasi,” ujar Jules Abraham Abas saat dihubungi wartawan kemarin.

Jules Abraham menambahkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, saat ini seluruh korban menjalani perawatan di Puskesmas. “Korban meninggal itu tidak benar, kondisi korban luka‑luka dan ada di puskesmas,” tegasnya.

AKBP Jules Abraham Abas juga menegaskan peristiwa penikaman tujuh anak SD di Seba, Kabupaten Sabu Raijua, NTT yang diserang oleh seorang pria tidak ada kaitan dengan terorisme. Pernyataan itu diungkapkan Jules Abraham untuk menepis banyaknya kabar hoax yang beredar di masyarakat, kasus ini ada kaitan dengan aksi teror.

Dia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas dan belum terkonfirmasi karena hanya akan memanaskan suasana. “Saya mohon masyarakat tidak perlu anarkis, termasuk soal mengaitkan peristiwa ini dengan terorisme. Pelakunya itu orang yang mengalami gangguan jiwa,” tegasnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pelaku penyerangan tidak memiliki motif jelas untuk menyerang anak‑anak. Dari penyelidikan polisi, pelaku adalah pedagang yang berasal dari Jawa Barat. Petugas pun mengetahui ada beberapa rekan sesama pedagang yang mengenal pelaku cukup dekat.

“Kita dalami aktivitas dagang hingga tega menganiaya siswa‑siswi,” kata Martinus.

Martinus menyayangkan langkah masyarakat untuk main hakim sendiri. Massa yang tersulut emosi dan amarah pun sempat menyerang pelaku. Namun, pelaku berhasil diamankan.

“Kepada masyarakat juga kami mohon jangan sampai main hakim sendiri, kita serahkan ke hukum supaya bisa diproses hukum,” kata Martinus.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kupang, Komisaris Polisi Sriyati menjelaskan tujuh murid kelas V SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi korban penyerangan orang tak dikenal mengalami luka di bagian leher. “Dari tujuh orang korban ini, empat orang siswi perempuan dan tiga orang siswa laki‑laki. Mereka semuanya terluka di bagian leher, pipi, lengan, tangan, jari tangan dan kaki,” kata Sriyati.

Ketujuh korban itu yakni:

‑ Jun (11) menderita luka robek pada pipi kiri, luka robek pada lengan kanan bagian dalam dan luka robek pada daun telinga bagian kanan

‑ Nao (10) mengalami luka pada leher dan luka bibir depan

‑ Mar (8) menderita luka pada leher, luka pada jari tunjuk dan jari tengah

‑ Gla (11) luka pada leher dan jari

‑ Di (11) menderita luka di leher

‑ Alb (10) luka di leher

‑ Ald (11) menderita luka pada leher.