Ini Reaksi dan Balasan Habib Rizieq Atas Sindiran PM Malaysia Terkait Aksi 212

0
498

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, menyindir Indonesia yang sibuk dengan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sindiran itu disampaikan Najib Razak saat berpidato memprotes kekerasan terhadap muslim Rohingya di Myanmar.

Menyikapi pidato PM Malaysia yang menyindir Aksi 212, Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Shihab angkat bicara.

Habib Rizieq menilai, pidato PM Malaysia Dato Najib Razak tentang Rohingya sangat bagus. Ajakan Najib agar Presiden RI Jokowi himpun rakyat Indonesia untuk Rohingya juga sangat bagus.

“Namun sindiran PM Dato Najib yang mengecilkan Aksi 212 di Jakarta dengan dalih seolah tidak peduli Rohingya, amat sangat tidak simpatik,” tegas Habib Rizieq seperti dikutip dari laman website pribadinya, Sabru (10/12/2016).

Menurut Habib Rizieq, PM Dato Najib gagal paham bahwa Aksi 212 di Jakarta adalah aksi protes umat Islam terhadap rezim Jokowi yang melindungi Ahok. Dan itu kewajiban besar umat Islam Indonesia yang tidak boleh diremehkan.

Soal Rohingya, lanjut Habib Rizieq, ribuan umat Islam Indonesia sudah berulang kali demonstrasi ke Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar jauh sebelum PM Malaysia Najib Najib Razak bicara soal Rohingya.

“Bahkan FPI sudah gelar temu dengan mujahidin Rohingya dan galang dana jihad Rohingya sejak empat tahun lalu,” tandas Habib Rizieq.

Sebelumnya, PM Malaysia Najib Razak mengajak Presiden Jokowi berperan aktif mengajak rakyat Indonesia menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

“Saya pun nak minta Presiden Jokowi, minta rakyat Indonesia berhimpun. Jangan protes Ahok saja. Ahok, Ahok lah. Rohingya mesti diperjuangkan di Indonesia. Mereka boleh berhimpun. Di Jakarta, himpun. Kite nak tunjuk bahwa kita dalam ASEAN ini kite tak ridho, bila kite committe of nation, kite mesti bertamadun (beradab),” tegas Najib Razak berapi-api.