Ini Profil Hatta Taliwang, Tersangka Kasus Dugaan Makar

0
393

Mengenal Profil Hatta Taliwang, Tersangka Kasus Dugaan Makar Salah satu nama yang sekarang ini sedang menjadi perbincangan publik adalah Hatta Taliwang, dimana pria yang dikenal seorang aktivis ini ditangkap oleh pihak kepolisian akibat lakukan dugaan makar bersama Ahmad Dhani Cs, sebelum berlangsungnya aksi damai Bela Islam Jilid III, 2 Desember 2016 lalu.  Hatta Taliwang diburu pihak kepolisian karena diduga kuat akan lakukan penggulingan kepada Presiden Jokowi sehingga ia pun harus ditangkap paksa di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016).

Menurut Komisaris Besar Martinus Sitompul selaku Kepala Bagian Penerangan Umum Polri menjelaskan apabila Hatta Taliwang statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemufakatan perbuatan jahat dalam rangka rencana akan menggulingkan pemerintah sah Presiden Jokowi-JK dan hal ini telah diatur dalam UU Pasal 107, 110, juga pasal 87KUHP. Selain itu, apabila penangkapan terhadap Hatta ini telah sesuai dengan keputusan pihak kepolisian jika kemungkinan akan adanya tersangka baru dari 10 orang yang sebelumnya telah diamankan pihak kepolisian.

Martin menambahkan jika penangkapan hatta dilakukan pada dini hari sekitar jam 01.00 WIb, di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sosok Hatta Taliwang memang baru sekarang terdengar, ia adalah lelaki kelahiran kampung Brang Rea, Sumbawa Barat, 17 Februari 1954 silam. Ia adalah anak angkat Jenderal Besar TNIAbdul Haris Nasution, dan diketahui jika Hatta sudah jadi seorang aktivis semenjak ia menjadi mahasiswa dan menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Muhammadiyah tahun 1977-1978.

Hatta pun termasuk pada 50 orang yang menandatangani akte notaris berdirinya Partai PAN (Partai Amanat Nasional) dan ia sempat menjadi anggota DPR RI yang berasal dari Fraksi PAN tahun 1999-2004. Hatta pun sempat membuat sebuah berita di media online dengan bertajuk “Waspada Politik Cina Raya” dan sempat menjadi heboh dikalangan netizen.

Selain itu, Hatta Taliwang sekitar tahun 2014 silam sempat kasih surat terbuka kepada MPR-DPR supaya bisa memanggil Presiden SBY karena adanya dugaan tak bersikap transparan terkait utang yang waktu itu masih ditanggung oleh negara. Malahan, Hatta bersama KN-KPR atau Komite Nasional Penyelamat Rakyat sempat menghebohkan publik dengan seruan adanya sidang istimewa supaya bisa menurungkan Presiden SBY yang saat itu berkuasa.