Ini Penjelasan Anies Baswedan Soal Sungai Bersih Programnya Fauzi Bowo

0
424

Anies Baswedan memberikan penjelasan soal pernyataannya soal sungai bersih di Jakarta merupakan program Fauzi Bowo (Foke), gubernur sebelumnya. Anies yang merupakan calon gubernur yang diusung Gerindra dan PKS itu mengatakan, pernyataannya itu terkait dengan proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI), yang memang digagas Foke.

“Proyek JEDI diinisiasi oleh Fauzi Bowo pada tahun 2008 melalui negosiasi pinjaman dengan Bank Dunia. Pelaksanaan proyek tidak bisa dilaksanakan karena terganjal dua Peraturan Pemerintah tentang pinjaman. Proyek baru bisa dimulai pada bulan Maret 2012 setelah pemerintah pusat menerbitkan dua Peraturan Pemerintah Baru terkait pinjaman Bank Dunia,” kata Anies dalam keterangan tertulis, Minggu (2/10).

Ground breaking proyek JEDI itu lalu dimulai oleh Gubernur DKI Joko Widodo pada tahun 2013. Saat itu Jokowi mengakui bahwa program JEDI yang ia resmikan adalah program lama yang sempat berputar-putar.

“Proyek JEDI kemudian dilanjutkan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama. Pinjaman dari Bank Dunia sempat ingin dibatalkan karena Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menganggap target yang ditawarkan Bank Dunia terlalu lama,” ujar Anies.

“Namun setelah negosiasi ulang, Bank Dunia menyatakan bahwa target dapat disesuaikan dan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama pun menerima dan melanjutkan proyek JEDI sampai saat ini,” imbuhnya.

Anies mengaku tidak ada yang salah dengan pernyataannya soal proyek pembersihan dan pengerukan sungai dimulai sejak jaman Gubernur DKI Fauzi Bowo, diresmikan jaman Gubernur DKI Joko Widodo, dan dilaksanakan dengan baik di jaman Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama.

“Demikian juga diharapkan oleh pemimpin-pemimpin berikutnya,” ujarnya.

Anies mengaku tidak sedang mengecilkan peran Ahok, namun juga tidak mengecilkan peran Foke dan Jokowi. Anies sedang menekankan pentingnya pembangunan berkesinambungan antar gubernur demi keuntungan masyarakat Jakarta. Menghormati kerja dan capaian setiap pemimpin adalah sikap yang baik dan benar.

“Setiap gubernur wajib melanjutkan program baik dari gubernur-gubernur sebelumnya, memperbaiki yang tidak baik atau belum jalan, dan menambah kebaruan pendekatan dan program yang diperlukan,” ucapnya.

“Mari kita sama-sama jaga dan bangun suasana kampanye ini menjadi untuk menilai secara baik dan dengan data yang lengkap,” pungkas mantan rektor Universitas Paramadina itu.