Ini Langkah Pemerintahan Jokowi Agar Negara Terlepas dari Jerat Hutang

0
237

Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan, Schneider Siahaan, mengatakan Indonesia dapat terlepas dari jeratan utang luar negeri. Namun, dengan syarat pendapatan per kapita negara harus tinggi.

“Kita tidak usah ngutang lagi kalau pendapatan per kapita kita sudah tinggi. Misalnya di atas USD 10.000 per kapita, kalau bisa USD 30.000 kayak Eropa,” kata Schneider di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/1).

Schneider mengatakan saat ini hal tersebut belum dapat terwujud. Sebab, pendapatan per kapita Indonesia baru mencapai USD 3.000 yang jika dirupiahkan hanya sekitar Rp 40 juta per tahun.

“Rata rata Rp 3 juta per bulan. Kalau dilihat utang itu kan instrumen bukan tujuan,” ungkap Schneider.

Schneider mengatakan tidak masalah negara masih memiliki utang, bila dana tersebut diarahkan untuk hal yang lebih produktif. Dia mengatakan, dengan memiliki utang, dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan penghasilan yang lebih laik.

“Asal utang itu produktif. Beli aset, disewain lalu bayar utang. Kan tenang-tenang saja, sisanya bisa dipakai untuk belanja. Jadi utang itu tidak perlu ditakutkanlah,” ujar Schneider.