Ikut dibully gara-gara Iis usir peserta KDI, Ini dia perlawanan anak kepada omongan kasar Netizen

Detikfokus – Cuplikan pendek Iis Dahlia saat menjadi juri Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018 viral. Viralnya video itu bukan karena bagusnya penilaian Iis terhadap kontestan KDI. Tapi, malah sebaliknya.

Iis diserbu dan menjadi bualan karena dirasa telah menghina seorang peserta audisi.

Pasalnya, kala itu Iis sempat mengusir peserta audisi yang dirasa berpenampilan kelewat sederhana.

Iis Dahlia bahkan terang-terangan membandingkan peserta bernama Waode Sofia itu dengan kontestan lain.

Katanya, kontestan lain pakai make up dan memakai baju yang “pantas”, tapi Waode tidak.

Tak hanya Iis, Beniqno dan Trie Utami yang juga menjadi juri juga bertindak demikian.

Trie Utami sempat menyarankan Waode Sofia untuk meminjam baju temannya agar bisa audisi.

Akibatnya, mereka dianggap terlalu berlebihan dalam mengkritik kontestan.

Karena ini adalah ajang pencarian bakat, tapi mereka malah fokus mengomentari penampilan.

Setelah video itu viral, akun Instagram Iis Dahlia dibanjiri berbagai komentar negatif.

Tak hanya Iis, anak perempuan Iis pun ikut menjadi sasaran komentar negatif dari netizen.

Hal itu diketahui dari postingan di akun Instagramnya.

Menurut penelusuran awak media, anak Iis yang bernama Juwita Salshadilla membalas beberapa komentar negatif.

Namun, ada beberapa komentar pedas yang dihapus oleh netizen yang menulisnya.

Sehingga, yang tersisa hanya balasan Salshadilla pada netizen-netizen tersebut.

Di satu komentar Juwita Salshadilla mengaku tak tahu apa-apa tentang “insiden” yang dilakukan ibunya.

“Emakk Lu lgi diBully Noohh.. Lu kgak belain gituuu.. Biarr ikutann ngetOopppp,” komentar netizen.

“Lah gw kaga tau apa2, emangnya kamu yang semua dikomenin out of context biar ngetop?:(,” balas Juwita Salshadilla.

Salshadilla lalu menyarankan netizen lain untuk komplain ke pemilik televisi yang sudah merekrut juri.

“Lah salah saya apa? Emang saya juri kdi? Tim kreatif mnc? Suka bingung, mending complain sana ke hary tanoe,” balasnya.

“Kan yg punya mnc dia, ya complain lah ke dia soal orang2 yg dia hire.”

“Complain kok ke orang yg gak kerja disitu dan gatau apa2. “

“Kasian bgt sih omongannya kasar, daritadi gak ada yg ngomong kasar lho.”

“Gak diajarin ya disekolah? Beraninya komen pake akun dikunci, ketemuan berani gak?”

“Sebel bgt, saya dari awal blg gatau apa2.”

Juwita Salshadilla lalu merasa tak ada bedanya omongan kasar netizen dengan juri di ajang tersebut.

“Terus bedanya sama kamu apa yang ngomongnya kasar juga? Bukannya sama aja?” tulis Salshadilla.

“Malu gak sih ngomong gitu tapi sendirinya juga kasar? Buka kamera depan hp deh.”

Ia tak hanya membalas komentar negatif, tapi juga komentar yang membuatnya menghormati si netizen.

“Nah kalau komen seperti ini saya respect sekali, ngasih tau dengan benar,” komentarnya.

“Kalo kasar juga apa bedanya bukan mba dengan yang mba bilang?”

“Terimakasih ya mba masukannya, saya hormatin sekali dengan komen mba ini.”

Tak hanya sekali, lebih dari dua kali Juwita Salshadilla membandingkan omongan kasar netizen dengan si juri.

“Nah ngomongnya kasar juga, daritadi mba yg itu gak ngomong kasar,” tulisnya.

“Jadi apa bedanya mba sama juri yang mba bilang? Gak ada beda kan?”

Sayangnya, dari semua balasan Juwita Salshadilla itu tak ada satupun yang tersisa.

Tampaknya, mereka menghapus komentar awal mereka atau banyak yang melaporkan komentar tersebut ke pihak Instagram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *