Hubungan AS Degan Korut Makin Memanas

0
112

Sejumlah 100 anggota Senat Amerika Serikat (AS) disuruh ada ke Gedung Putih, untuk ikuti keterangan masalah kondisi terbaru Korea Utara (Korut). Keterangan yang didapatkan di Gedung Putih dengan cara massal ini, termasuk langka.

Dituturkan Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer, seperti ditulis Reuters, Selasa (25/4/2017), semua Senator AS diundang ke Gedung Putih untuk dengarkan briefing atau keterangan dari Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, Menteri Pertahanan Jim Mattis, Direktur Intelijen Nasional Serta Coats, serta Kepala Staf Paduan Jenderal Joseph Dunford.

Penyampaian briefing di Gedung Putih sejenis ini tidak sering berlangsung, lantaran umumnya beberapa petinggi pemerintahan yang dengan cara teratur mendatangi Capitol Hill — gedung parlemen AS — untuk memberi briefing pada Kongres AS masalah beberapa gosip kebijakan luar negeri.

Dituturkan seseorang staf kongres, keterangan yang bakal di gelar pada Rabu (26/4) saat setempat ini awalannya dijadwalkan di gelar di satu diantara ruang di Capitol Hill. Tetapi lalu Presiden Donald Trump memohon supaya briefing dipindah ke Gedung Putih.

Menurut staf kongres itu, digelarnya briefing di Gedung Putih menggarisbawahi pesan utama untuk Korut, kalau AS serius masalah pergeseran posisi dalam kebijakan luar negerinya.

Beberapa senator AS terasa suka mendengar berita ini dari Gedung Putih. ” Ini (tempat) pilihan mereka, ” sebut Senator Ben Cardin dari Partai Demokrat. Cardin adalah anggota Komisi Jalinan Internasional Senat AS.

” Saya berharap kita mendengar kebijakan mereka, juga maksud mereka, serta bagaimana kita meraihnya, mudah-mudahan tanpa ada menjatuhkan bom, ” paparnya.

Senator Lindsey Graham dari Partai Republik menginginkan pemerintahan AS memberitahu ‘garis merah’ atau red line mereka untuk Korut dalam briefing itu. Briefing sama untuk anggota DPR atau House of Representatives bakal dijadwalkan kurun waktu dekat.