Hoax, Fitnah, dan Hasut Ancam Keutuhan NKRI

0
470

Hoax dan informasi berisi fitnah penuh kebencian sedang jadi tren di media sosial, baik itu Twitter, Facebook, atau Instagram, beberapa bulan terakhir. 

Yang paling terbaru dan paling heboh, disebar pekan ini. Ketika seorang pengguna Facebook mengunggah foto Gubernur Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama dan dengan semena-mena menuding botol air mineral di mejanya adalah minuman keras.

“Orang saat ini saling serang menggunakan informasi hoax. Kita dikotak-kotakkan dengan hoax. Bangsa ini di ambang perpecahan,” kata Anita Wahid, aktivis sosial, dalam Deklarasi Masyarakat Anti Hoax di Cikini, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Anita, yang juga putri Presiden Keempat Abdurrahman Wahid, mengatakan bahwa hoax kini ramai di media sosial digunakan untuk menyebarkan kebencian berlatar belakang agama dan pilihan politik.

“Orang menciptakan rasa curiga dan kebencian. Kita kini mudah dikotak-kotakan,” imbuh dia.

Keprihatinan Anita ini diamini oleh Septiaji Eko Nugroho, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax. Aji mengatakan bahwa hoax, fitnah, dan hasutan di media sosial telah bisa memicu konflik antara komunitas di Tanah Air.

“Contohnya pembakaran rumah ibadah di Sumatera. Peristiwa itu dipicu oleh hoax yang disebar di media sosial,” kata Aji mengacu pada peristiwa pembakaran vihara di Tanjung Balai, Sumatera Utara pada Juli lalu.

Keprihatinan ini yang kemudian menggerakan Aji dan rekan-rekannya membentuk komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax. Ia mengklaim komunitasnya ini didukung oleh beberapa tokoh nasional seperti Asyumardi Azra, Komarudin Hidayat, Nia Dinata, Goenawan Muhamad, Erry Riyana Hardjapamekas, Nezar Patria, dan Anita.

Komunitas ini, jelas Aji, bertujuan untuk memerangi informasi-informasi hoax yang menyesatkan di media sosial. Komunitas ini akan berusaha mensinergikan komunitas-komunitas anti hoax yang sudah lebih dulu terbentuk di Tanah Air.

Selain itu Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga membuat sebuah situs, turnbackhoax.id, untuk menangkal informasi-informasi sesat. Website ini, kata Aji, akan sangat mengandalkan keterlibatan publik atau khususnya para pengguna media sosial dalam memerangi informasi hoax.

“Ayo kita mulai aktif terlibat untuk bicara soal hoax, memeriksa semua informasi hoax, dan jangan percaya pada informasi hoax. Mari kita mulai dari hal-hal yang kecil,” tutup Anita.