Heboh, Ternyata Teroris Diam-Diam Latihan Militer di Pulau Kalimantan

0
134

Teror simpatisan Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Belum lama ini, beredar sebuah video latihan perang diduga simpatisan ISIS. Kabarnya, latihan tersebut dilakukan di daerah Kalimantan.

Mantan narapidana kasus terorisme, Eko Ibrahim mengatakan, kelompok tersebut dipimpin oleh MAN. Jumlah anggotanya sekitar 15 orang. Mereka telah melakukan latihan perang di wilayah Kalimantan.

“Mohon kepada kawan-kawan dan saudara-saudaraku anggota polisi dimana saja berada agar berhati-hari. Kabarnya dalam waktu dekat akan ada amaliah yang akan dilakukan oleh kelompok ISIS yang dipimpin oleh MAN,” imbuh Eko melalui pesan WhatsApp (WA) kepada pojoksatu, Selasa (4/7/2017).

Eko mengatakan, MAN merupakan warga Tanjung Raya Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Usainya sekitar 30 tahun. Dia merupakan salah satu alumni perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

MAN bergabung dgn ISIS sekitar tahun 2013 akhir. Ia dan kelompoknya selalu berpindah-pindah tempat. Terakhir dia dan kelompoknya terdeteksi di wilayah Jawa Timur sekitar 3 bulan yang lalu.

“Dia orang cerdas, terlatih, militan, nekat, ahli strategi, bisa membaca situasi, mahir dalam menggunakan segala jenis dan model sejata api. Waspadai mobil yang masuk, baik di tingkat mabes maupun pospol,” tambahnya.

Ia menambahkan, kelompok ini berencana menyasar anggota polisi yang bergerombol terutama saat upacara. Karena itu, ia meminta kepada para anggota Polri dan TNI untuk selalu waspada.

Sebelumnya, orang tak dikenal memasang bendera ISIS di pagar depan Markas Polsek Kebayoran Lama. Pemasang bendera menulis surat yang ditemukan dalam botol air mineral. Surat itu berisi ancaman kepada anggota Polri, TNI, Densus 88, dan Banser NU.

Selain itu, ada pula ancaman yang menyebut mengenai Jakarta yang akan dibuat seperti tragedi teror di Marawi, Filipina.

“Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi,” tulisnya dalam surat ancaman di karton berwarna kuning itu.

“Bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat muslim serta ulama-ulama kami,” tambahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kabar adanya surat ancaman itu.

“Ada surat ancaman juga ya ditemukan di situ,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/7/2017).

Argo mengatakan, pihaknya tengah mengejar pelaku dan memeriksa saksi-saksi dalam peristiwa itu. Polisi juga sedang mencari kemungkinan adanya CCTV yang merekam peristiwa tersebut.

“Kami akan cek apakah ada CCTV di sana yang bisa membantu,” tambah Argo.