Heboh Spanduk Tolak Habib Rizieq Bertebaran di Garut

0
173

Belakangan ini di Kabupaten Garut banyak ditemui sejumlah sapnduk penolakan yang dipasang warga. Penolakan itu memang bukan sebab dari masyarakat terhadap Habib Rizieq.

Seperti diketahui jika Kamis, 11 Mei 2017 akan ada rencana Tablig Akbar yang akan digelar. Acara tersebut akan di hadiri olah Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Sayangnya adanya acara tersebut justru mendapat penolakan dari warga yang melampiaskannya melalui pemasangan spanduk penolakan di sejumlah jalan besar.

Soal adanya penolakan yang telah dilakukan oleh warga ini rupanya mendapatkan tanggapan dari pihak GP Ansor. Pendapat diungkapkan oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Garut Ang Heri Hasan.

Heri mengatakan jika lembaga yang menaunginya mendukung upaya dari pemerintah. Terutama soal adanya dukungan yang diberikan agar menciptakan keadaan kondusif dan tak memanas lagi.

Menurut Heri Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati untuk Nahdlatul Ulama atau NU. Oleh karena itu ada pertimbangan untuk melakukan aksi mendatangi kantor pusat ataupun tidak.

Terutama soal mempertimbangkan untuk datang ke kantor FPI Garut pusat  atau sebaliknya. Itu semua untuk memperjelas mengenai adanya aksi yang saat ini tengah dilakukan.

Rupanya tanggapan juga diberikan oleh Ketua Dewan Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut KH Atjeng Abdul Wahid. Ia mendukung adanya upaya penolakan yang dilakukan oleh masyarakat.

Menurut Atjeng langkah tersebut dianggap baik lantaran adanya sejumlah hal yang tengah dialami oleh Habib Rizieq. Seperti diketahui jika saat ini pihak yang bersangkutan tengah terbelit masalah.

Bukan hanya satu kasus akan tetapi ada beberapa permasalahan yang tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Diantaranya adalah dugaan percakapan panas, penodaan agama dan pelecehan lambang negara.

Ketiga permasalahan itu saat ini memang tengah ditangani oleh pihak kepolisian dengan pihak terlapor Habib Rizieq.

Oleh karena itu ada penolakan yang dilakukan agar tak ada pihak ataupun gerakan perusak. Semuanya karena masyarakat ingin menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.