Heboh, Mie Instan Korea Samyang Mengandung Babi

0
800

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan produk mi instan Samyang yang beredar di Sumenep, Madura, Jawa Timur. MUI menduga mi mengandung babi.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VIII DPR Kuswiyanto mengaku merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Pasalnya Sumenep,  dikenal sebagai daerah yang sangat religius. Sehingga tidak relevan ada produk makanan yang diduga mengandung babi.

“Mayoritas masyarakat di sana umat Islam, pengamalan agamannya di Sumenep itu sangat kental,” ujar Kuswiyanto.

“Mestinya tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Oleh sebab itu, politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendesak Dinas Perdanganan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus melakukan penyelidikan. Sehingga masyarakat tidak mengkonsumsinya.

“Ini penting dilakukan dalam rangka melindungi seluruh umat, jangan sampai warga tidak terlindungi akibat makanan-makanan ini,” katanya.

“Wajib ditarik nanti, diberi label mana yang halal dan tidak halal, karena itu harus dicantumkan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua MUI Sumenep, Safradji mengaku bekerjasama dengan  seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Prodi Bahasa Korea Universitas Gajah Mada (UGM).

Tujuannya untuk menerjemahkan tulisan yang tertuang di bungkus produk mi yang diduga mengandung babi. Setelah diterjemahkan, dalam kemasan mi tersebut tertulis mengandung babi.

Parahnya lagi, produk Samyang tidak ada label dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga khawatir ada unsur kesengajaan untuk mengelabui konsumen yang beragama Islam.