Heboh Isu Penculikan Anak di Media Sosial Makin Berkembang Luas

0
255

Kasus penculikan anak mungkin memang masih banyak terjadi, seperti halnya kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak. Nyaris tiap hari terjadi di negeri ini. Kasus pedofilia pun demikian. Tapi kasus ini menjadi perhatian publik yang makin intens ketika berseliweran informasi di media sosial.

Kasus penculikan anak ini dipicu dengan adanya berbagai isu perdagangan organ tubuh manusia yang harganya bisa mencapai Rp5 miliar. Harga yang fantastis inilah yang menyebabkan isu penculikan kian marak. Dan anak adalah manusia kecil yang paling rentan menjadi korban karena lemah.

Beberapa kejadian memang mengindikasikan bahwa kasus penculikan anak atau percobaan penculikan itu benar terjadi. Kejadian yang cukup heboh adalah kasus dugaan penculikan di Jogjakarta, yang menimpa seorang anak kelas 3 SD. Saat pulang sekolah, dia dihampiri pengendara mobil tak dikenal. Tiba-tiba tangan korban ditarik oleh salah seorang pria dari dalam mobil. Sontak, korban menggigit tangan pelaku sehingga lepas dari cengkeramannya. Menyadari kondisinya tidak menguntungkan, pelaku lantas bergegas masuk ke dalam mobil dan melarikan diri. Hingga saat ini, pelaku belum terindentifikasi.

Lain lagi yang terjadi di Karawang, Jawa Barat. Polisi bahkan sudah menangkap seorang wanita yang diduga akan menculik seorang anak berinisial NAF (3), warga Kampung Pasirjengkol,  Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Senin (13/3). Tapi belakangan, wanita setengah baya itu diduga gila, berkaitan dengan tingkah lakunya yang tak biasa.

Kejadian dugaan penculikan anak juga terjadi di Riau. Seorang siswa kelas V SD Al Bayan, Pangkalankerinci dikabarkan diduga akan diculik lima pria yang menggunakan minibus, Rabu (22/3). Kejadiannya siang hari, menjelang Salat Zuhur. Siswa ini sempat dibawa ke dalam mobil dan diajak berkeliling. Sang anak awalnya mau masuk ke mobil karena lima pria itu karena mereka mengaku kenal dengan orangtua korban. Namun setelah di dalam minibus, sang anak menyadari bahwa orang-orang asing itu tidak menunjukkan sikap yang ramah. Dia pun berteriak, hingga akhirnya dilepaskan. Kejadian ini sempat membuat heboh Pelalawan.

Penculikan anak memang merupakan sebuah kejahatan yang serius. Kejahatan ini sama seriusnya dengan kejahatan lainnya yang menimpa anak, seperti pedofilia, pembunuhan, pemerkosaan, dan lainnya. Kejahatan ini tentu saja menakutkan para orangtua yang memiliki anak. Potensi kejahatan terhadap anak ini tentu bisa saja terjadi kapan dan di mana saja. Untuk itu, meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus ini bisa terjadi memang perlu.

Akan tetapi, ketakutan yang berlebihan tentunya akan membuat sesuatu menjadi kontraproduktif. Apalagi, isu yang beredar di media sosial seperti facebook atau pun whatsapp makin tak terkendali. Mulai adanya video penculikan anak di rumah ibadah, hingga adanya informasi bahwa telah terjadi penculikan anak di Jalan Hang Tuah Pekanbaru. Kejadian di Jalan Hang Tuah itu bahkan sangat memiriskan. Dikabarkan, seorang anak telah dibius dan dibawa dengan karung. Sangat sadis. Berbagai komentar pun datang silih berganti, baik di dinding FB maupun di WA. Banyak yang berkomentar “sadis”, yakni pelaku yang melakukan tindakan seperti itu layaknya dibakar hidup-hidup, dibunuh, dikuliti, dan sebagainya. Ini adalah efek lain dari kejadian yang mungkin tidak ada. Beberapa pengguna media sosial menyebut, dua kejadian ini hanyalah hoax. Tidak pernah terjadi.

Hoax memang isu yang tak bertuan. Jika isu itu berkembang, dan para orangtua resah bukan kepalang, bukan tidak mungkin akan terjadi aksi yang di luar batas. Saat ada orang asing datang, bertanya ke anak, lalu tiba-tiba ada yang berteriak “penculik”, dan orang asing itu pun langsung “diadili”, maka akan berdampak luas pada semua. Akan ada pengeroyokan hingga pembakaran manusia. Ini tentu akan menimbulkan banyak sekali ekses negatif.

Makanya, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sudah mengimbau agar tidak begitu saja percaya isu hoax soal penculikan anak ini. Sebelumnya, sudah ada isu di Perawang, Duri, Rohul, Siak dan kabupaten/kota lainnya, yang ternyata setelah diklarifikasi, ternyata hanya hoax. Tetap waspada perlu, tapi jangan terlalu protektif dan curiga berlebihan.

Read more: http://www.riaupos.co/5129-opini-isu-penculikan-anak-di-media-sosial.html#.WNR7uyCGPDc#ixzz4cCk0PAOD