Harga Bahan Bakar Premium dan Solar Tidak Akan Naik Sampai Akhir Juni 2017

0
175

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya MIneral (ESDM) memutuskan untuk menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jenis premium dan solar hingga akhir Juni 2017.

Keputusan diambil berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 27 Tahun 2016 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, di mana Menteri ESDM menetapkan harga jual BBM jenis Tertentu dan BBM Khusus Penugasan setiap tiga bulan dengan memperhitungkan perkembangan harga minyak, rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan kurs beli Bank Indonesia.

“Mencermati perkembangan rata-rata harga minyak dunia untuk periode perhitungan harga jual eceran 1 April–30 Juni 2017, pemerintah dalam rangka menjaga kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga dan logistik serta untuk menjamin penyediaan BBM nasional memutuskan tidak ada kenaikan BBM periode 1 April–30 Juni 2017,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, di Medan, Jumat (31/3/2017).

Dengan demikian, Harga Jual Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan, terhitung mulai tanggal 1 April 2017 pukul 00.00 WIB, adalah sebagai berikut:

Minyak Tanah (Subsidi) 2.500/liter
Minyak Solar (Subsidi) 5.150/liter
3Bensin Premium RON 88 6.450/liter

Ketentuan harga BBM Premium untuk wilayah distribusi Jawa-Madura-Bali ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) dengan tetap berpedoman kepada kebijakan Pemerintah dan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Selanjutnya untuk menjaga akuntabilitas publik, auditor internal KESDM bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melakukan audit untuk mengawal implementasi program. Audit mencakup realisasi volume pendistribusian jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan, besaran harga dasar, besaran subsidi, hingga pemanfaatan defisit/surplus dari harga jual eceran yang ditentukan dalam satu tahun anggaran.