Full Day School atau 5 Hari Sekolah, Ini Kelebihan dan Kekurangan

0
1406

Belum lama ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan soal program sekolah 5 hari dari hari Senin hingga Jumat dengan sistem belajar 8 jam. Rencananya aturan baru ini akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru mulai Juli 2017.

Namun selalu ada kontroversi di setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Penerapan Full Day School ini juga tak luput dari pro kontra baik dari lapisan masyarakat atau pemerintah daerah. Terlepas dari semua pro kontra tersebut, kebijakan Full Day School ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri lho! Simak sama-sama yuk!

1. Full Day School dinilai efektif untuk membentuk karakter peserta didik

Bila full day school diterapkan, siswa akan lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah dan di bawah pengawasan guru. Oleh sebab itu, peluang kenakalan serta tindak di luar kewajaran untuk dapat diawasi secara ketat lebih tinggi. Apalagi dengan sistem full day school, siswa akan menyerap lebih banyak pelajaran dan guru punya lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa.

2. Full Day School akan memberi waktu siswa bersama keluarga lebih efisien

Dengan adanya Full Day School, maka diharapkan siswa tidak akan dibebani lagi dengan Pekerjaan Rumah. Oleh sebab itu, para siswa akan menghabiskan waktu lebih banyak bersama orangtua apalagi akhir pekan siswa tidak perlu masuk sekolah. Sehingga akhir pekan dapat digunakan untuk menikmati waktu berkualitas dengan ayah dan ibu.

3. Kemampuan anak untuk menerima pelajaran punya batas tertentu

Di balik dua kelebihan dari full day school yang telah disebutkan sebelumnya, tentu saja ada juga kekurangan. Yang pertama tak semua anak mampu menyerap pelajaran dengan baik selama 8 jam penuh seperti yang diindikasikan Kemendikbud. Hal ini dapat berpengaruh pada prestasi siswa dan kemampuan pemahaman komprehensif.

4. Sarana dan Prasarana penyelenggara pendidikan belum memadai

Untuk penerapan kebijakan baru tentu ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan. Misalnya perbaikan sarana dan prasarana serta pematangan konsep kebijakan tersebut. Ada batas-batas, syarat, serta pedoman untuk memberlakukan sistem full day school agar dapat berjalan optimal serta menguntungkan bagi pihak sekolah, orangtua, dan juga siswa.