Fenomena Aksi Bully di media sosial kembali menjadi perbincangan

0
99

Fenomena aksi perundungan (bully) yang disebar di media sosial kembali menjadi perbincangan.

Kali ini, video aksi perundungan (bullying) terhadap Farhan, mahasiswa di sebuah kampus swasta di Jakarta menjadi viral di dunia maya.

Video tersebut menunjukkan beberapa mahasiswa kampus tersebut nampak sedang beramai-ramai mem-bully Farhan.

Bahkan secara kompak, mahasiswa yang membully tidak hanya menertawakan, tetapi juga tepuk tangan.

Menanggapi fenomena aksi perundungan tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi memberikan komentarnya saat menghadiri acara halal bihalal PP Muslimat NU di Gedung Konvensi, Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

“Tidak ada penyaluran energi mereka, yang berlebihan, yang penuh kreativitas, kalau mereka dapat disalurkan dengan tepat, akan menjadi pribadi unggul yang berprestasi,” ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini.

Kak Seto juga menambahkan, karena tidak adanya wahana penyaluran energi positif tersebut, adanya penyimpangan seperti geng motor, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, bullying dan seterusnya.

Menurut Seto, seharusnya energi positif itu dapat disalurkan ke berbagai kegiatan yang menyenangkan bagi remaja.