Fadli Zon Sebut Hakim Vonis Ahok Lebih Berat Karena Ada Tekanan

0
110

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebutkan ada desakan umum pada majelis hakim yang menjatuhkan vonis 2 th. penjara untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam masalah penodaan agama. Desakan itu datang dari dua pihak.

” Hakim itu memperoleh desakan mungkin saja mungkin dari ke-2 iris pihak. Desakan apa itu? Mungkin lobi atau mengemukakan kenyataan pendapat dsb, ” tutur Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Seperti di ketahui, vonis hakim untuk Ahok lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu hukuman percobaan sepanjang 2 th.. Walau demikian, Fadli tetaplah menghormati ketentuan hakim.

” Tuntutan jaksa begitu lemah. Hakim menurut saya mengambil jalan sesuai sama kenyataan hukum, juga sesuai sama UU serta ketetapan yang ada, mungkin saja yurisprudensi (ketentuan terdahulu hakim dalam masalah yang sama), ” kata dia.

Fadli mengharapkan masalah Ahok bisa jadikan pelajaran untuk orang-orang supaya tidak bisa bicara asal-asalan masalah agama, apa pun itu agamanya. Semuanya umat disuruh untuk mesti sama-sama menghormati.

Diluar itu, Waketum Gerindra ini mengharapkan semuanya pihak terima lega dada atas putusan hakim. Dia berkata putusan itu bisa meredakan susana Jakarta yang memanas akhir-akhir ini.

” Bila kita hargai sistem hukum, mesti terima dengan lega dada. Mudah-mudahan meredakan situasi, suhu, dinamika di Jakarta. Semoga meredakan dinamika berbulan bln., ” sebut Fadli.

Ahok divonis 2 th. penjara karna dipercaya majelis hakim sudah menodai agama karna mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan politik pilkada. Ahok sebagai gubernur, dimaksud majelis hakim, semestinya waspada keluarkan pernyataan.

Ahok pernah ada di Rutan Cipinang. Tetapi karna argumen keamanan, ia dipindahkan ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Pihak Ahok bakal ajukan banding.