Dimas Kanjeng Tidak Bersalah Karena Mengadakan Uang Bukan Menggandakan?

0
513

Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang disebut bisa menggandakan uang, emas dan barang berharga lainnya dibantah kuasa hukum sekaligus pengikut Dimas Kanjeng di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/10).

Mereka mengklarifikasi bahwa pimpinannya hanya bisa mengadakan uang dan barang berharga dan bukan menggandakan. Kesaktian yang dimiliki Dimas Kanjeng diyakini mereka merupakan pemberian dari yang Maha Kuasa dan bukan sulab untuk Dimas Kanjeng.

“Kami tim kuasa hukum Dimas Kanjeng yang asli. Di luar itu, hanya gosip. Kami ingin mengklarifikasi, jika Dimas Kanjeng itu bukan orang yang bisa menggandakan, tapi mengadakan. Beda menggandakan dengan kata mengadakan. Baik barang ataupun uang,” kata Kuasa Hukum Dimas Kanjeng, Martin Lukisebua.

Dikatakan, orang-orang kepercayaan dan kuasa hukum Dimas Kanjeng selama 10 hari melakukan investigasi dan hasilnya sangat berbeda dengan pemberitaan yang beredar selama ini beredar.

“Jika saya yang bicara soal proses pengadaan uangnya, entar orang-orang kira saya ini pengacara yang ghoib, lalu pengacara gila disebutnya saya. Silakan tanya ke salah satu anggota tim penasihat di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini, yakni Hasmiati dan Padepokan Sultan Agung, Robi Darmawan,” ucapnya.

Hasmiati, anggota tim penasehat di Padepokan Dimas Kanjeng, menjelaskan jika Dimas Kanjeng bukanlah seorang penipu dan selama 6 tahun di Padepokan tersebut benar-benar sakti anugrah dari Allah.

Hasmiati kemudian menunjukkan sejumlah uang maupun emas, asli dan bukan palsu yang merupakan dari Dimas Kanjeng. “Saya melihat dengan mata, kepala saya sendiri. Itu bukan menggandakan. Di video yang beredar beliau tebar uang-uangnya sambil duduk, dan berdiri. Ya itu betul. Proses beliau untuk seperti itu, murni kemampuannya sendiri. Ini buktinya, nomor seri uangnya saja berbeda-beda mas. Lihat gelang, cincin, semua dari emas, ini dari beliau semua. Semuanya ini adalah anugerah dari guru besar kita. Makanya saya masih percaya dengan beliau,” pungkasnya.

PENGADAAN SEPEDA MOTOR

Salah satu pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang bergelar Sultan Agung, Robi Darmawan, mengakui Dimas Kanjeng memiliki kesaktian dari sang maha pencipta. Ia sempat diberikan satu sepeda motor Honda CBR 250 Cc di ruangan khusus di Padepokan tersebut. Padahal motor Honda CBR 250 Cc belum diproduksi di Indonesia.

“Saya diajak ke ruangan khusus pencahayaannya remang-remang yang merupakan tempat mengadakan barang. Disana saya bersama seorang staff bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Dadang Hermanto, istrinya juga ada, saat itu ramai-ramai lah,” ingatnya.

Semua yang berada di ruang tersebut, sambung Dadang tiba-tiba menangis dan tanpa ada perantara hanya beberapa menit motor CBR 250 cc sudah ada. “Allahu Akbar. Bayangkan saja, masa sih motor Honda CBR 250 Cc yang saat itu belum diproduksi di Indonesia, seorang beliau (Dimas Kanjeng) bisa mengadakan. Saya lihat sendiri, dan itu memang benar adanya merupakan hasil dari tangan beliau,” pungkasnya.