Deretan Aksi Teror Jelang Tahun Baru 2017 yang Meresahkan

0
367

Malam pergantian tahun sudah semakin dekat. Namun, momen perayaan itu dihantui aksi terorisme. Beberapa kali pihak kepolisian sudah menangkap orang yang diduga tergabung dalam jaringan terorisme dalam sebulan terakhir.

Tidak hanya itu, mendekati akhir tahun, ada pula aksi teror yang meresahkan warga di daerah-daerah. Baik aksi yang benar-benar ditujukan untuk meneror, hingga hal-hal mencurigakan yang diduga aksi teror.

Meski demikian, pihak kepolisian telah melakukan tindak antisipatif dan langkah cepat untuk mengamankan daerah. Warga pun sudah memiliki kesadaran untuk mengambil tindakan cepat begitu melihat hal-hal yang mencurigakan.

Berikut ada 6 aksi teror dan diduga teror karena sudah meresahkan warga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

1. Kantor Bupati Karawang Diancam Bom

Kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, diteror bom oleh seseorang yang mengaku bernama Budi Budiyanto melalui posting-an di Facebook, Rabu, 28 Desember 2016.

Selain itu, Budi Budiyanto juga mengancam akan mengebom sejumlah hotel dan tempat hiburan malam, serta akan meledakkan vihara dan gereja di Karawang.

Pesan ancaman bom itu di-posting ke sejumlah kelompok pengguna Facebook di Karawang, seperti Grup Info Berita Heboh Karawang & Jabar, dan menjadi perbincangan masyarakat.

“Untuk warga Karawang, ini peringatan untuk kalian. Saya pastikan akan menghancurkan hotel dan Kantor Dinas Bupati Karawang, vihara-vihara, gereja beserta umat kafir lainnya,” demikian pesan ancaman bom yang ditulis peneror, seperti dikutip Antara.

Pesan itu diakhiri dengan tulisan, “Saya Budi Budiyanto, tidak takut mati selalu memerangi yang menurut agama saya benar”.

Setelah mem-posting pesan ancaman bom secara terbuka, beberapa menit kemudian, pemilik akun Budi Budiyanto itu menghapus posting-an tersebut.

Tapi sejumlah netizen lainnya mem-posting ulang ancaman bom itu ke grup Facebook di Karawang. Ada juga beberapa warga yang mengirim screenshoot ancaman bom tersebut ke grup WA dan BBM.

Hingga berita itu dilaporkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Karawang terkait dengan ancaman bom tersebut.

2. Kardus Mencurigakan di Magelang Diledakkan, Ada Belati dan Baut

Bungkusan atau kardus diduga berisi bahan peledak yang ditemukan di depan apotek Jalan Pahlawan, Magelang, Jawa Tengah, ternyata memang berbahaya. Hal ini terbukti setelah tim gabungan Inavis dan Jihandak Brimob Polda Jateng melakukan disposal atau peledakan bungkusan mencurigakan tersebut.

Petugas menemukan benda-benda yang diduga bagian dari sisa bahan peledak. “Ada kabel, baut, kawat, VCB, dan belati kecil. Jika meledak bisa membahayakan warga di sekitar lokasi,” ucap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarot Padakova.

Barang sisa ledakan yang ditemukan, menurut dia, saat ini tengah ditangani tim gabungan Jihandak dan Inavis Polda Jateng. “Untuk sasaran dan siapa pemilik masih kita selidiki. Tapi dugaan sementara bom low explosive.”

3. Temuan Benda Diduga Bom Bikin Panik Pengunjung Mal di Ambon

Penemuan benda mencurigakan diduga bom membuat panik pengunjung Maluku City Mall (MCM) di Kota Ambon, Maluku, Selasa sore, 27 Desember 2016. Benda diduga bom itu kemudian diamankan tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Polda Maluku.

Benda yang terbungkus plastik hitam itu ditemukan di salah satu distro pakaian di lantai dua mal di Kota Ambon tersebut pada pukul 16.30 WIT. Pemilik distro lalu melaporkan temuannya ke sekuriti MCM. Laporan itu dilanjutkan ke pihak berwajib.

4. Diduga Bom, Ternyata Tas di Depan Kadin Yogyakarta Berisi…

Warga Kota Yogyakarta geger dengan penemuan helm berikut dua tas berwarna hitam dan hijau diduga berisi bom yang tak diketahui pemiliknya di trotoar depan Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakata, Selasa pagi, 27 Desember 2016.

Benda mencurigakan itu diketahui pertama kali sekitar pukul 09.00 WIB ketika tukang parkir bernama Edi Wibowo (32) melihat seorang laki-laki mengendarai sepeda motor jenis bebek berhenti di lokasi kejadian.

Laki-laki paruh baya itu melepas jaket, helm, dan menaruhnya di pot bunga. Bowo mendekati barang yang ditinggalkan pelaku dan melihat ada dua tas. Ia pun curiga, sehingga melaporkan hal itu kepada polisi yang berada di pos pengamanan Gereja Bintaran.

Tak lama kemudian, petugas datang dan menyisir lokasi kejadian serta memasang garis polisi. Warga juga dilarang mendekat dan berada minimal 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Saat menunggu tim Gegana tiba, tiba-tiba seorang laki-laki memasuki lokasi yang diberi garis polisi dan mengambil barang tersebut. Ia sempat diteriaki banyak orang, tapi tidak menggubris. Polisi pun mengamankan laki-laki tersebut dan meminta keterangan.

Pria yang kemudian diketahui bernama Herman (54) asal Surabaya itu pun membongkar tas miliknya. Ternyata, tas tersebut berisi pakaian, sebuah buku berjudul “Rahasia Terkabulnya Doa”, sebuah amplop bertuliskan Majelis Anshorut Tauhid, sebuah slayer warna hijau bertuliskan lafaz Allah, serta sebuah jam weker.

“Sepeda motor saya rusak, jadi saya titipkan ke bengkel dan barang-barang saya tinggal dulu,” ujar Herman.

5. ‘Bingkisan’ Mencurigakan Usai Misa Natal di Pekanbaru

Sebuah bungkusan merah yang ditemukan di lantai II Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jalan Hangtuah, Pekanbaru, Riau, menghebohkan ratusan jemaat yang tengah melaksanakan kebaktian Natal. Kebaktian sempat ditunda beberapa saat dan dilaksanakan kembali setelah kepolisian menyatakan keadaan aman.

Para jemaat mengira bungkusan itu berisi bahan peledak dan melaporkannya ke polisi yang bertugas di sana. Kejadian ini membuat Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Datasemen Gegana Brimob Polda Riau turun tangan.

“Prosedurnya seperti itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” sebut Susanto kepada wartawan, Minggu siang, 25 Desember 2016.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto menyebut benda mencurigakan itu ditemukan sekitar pukul 11.15 WIB. Brimob diminta dikerahkan ke lokasi karena bungkusan itu diduga berisi bahan dari metal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bungkusan mencurigakan itu ternyata berisi kue dan minuman yang diduga milik jemaat yang tertinggal saat kebaktian sebelumnya.

“Bukan bom, bungkusan tersebut berisikan makanan berupa wafer dan minuman yang tertinggal,” ungkap pria yang sebentar lagi menyandang melati tiga di pundaknya ini.

6. Benda Diduga Bom di Boyolali Ternyata Hanya Perangkat Tata Suara

Kepolisian Resor Boyolali, Jawa Tengah, menyatakan penemuan ransel warna hitam yang mencurigakan atau diduga berisi bom di gerbang masuk Kantor Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota, ternyata isinya sound system (perangkat tata suara) dan kabel speaker (pengeras suara).

“Benda tas ransel warna hitam yang mencurigakan ditemukan oleh warga pada Rabu pagi, ternyata setelah diuraikan isinya kabel-kabel sound system, bukan komponen bom,” ucap Kepala Polres Boyolali AKBP M Agung Suyono di kantornya.

Menurut Kapolres Boyolali, warga sekarang sudah semakin pintar dengan melaporkan penemuan ransel warna hitam yang mencurigakan diletakkan di gerbang masuk Kantor Kelurahan Banaran, Kecamatan Kota Boyolali, Rabu pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, langsung ditindaklanjuti oleh polisi.