Demi Sensor Porno di Internet Kominfo Rela Keluarkan Dana Rp 211 Miliar

0
75


Menteri Kominfo Rudiantara mengeluarkan rencana kick-off beroperasinya DNS crawling untuk konten negatif dan pornografi yang akan dioperasikan pada tahun 2018 seletah melakukan serah terima mesin sensor bernama ‘Cyber Drone 9’ tersebut dari pemanang lelang.

“Sistem ini akan mulai dioperasikan Januari 2018, bertujuan untuk memitigasi lolosnya konten negatif dalam situs-situs yang yang ada di Indonesia. “sebut mentri yang biasa disapa Chief RA ini kepada detik, Jumat (29/12/2017)

Dia menjelaskan, sistem DNS crawling dapat mengais konten negatif yang berada dalam situs-situs yang ada di Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Aplikasi Informatika mentri Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan mesin sensor internet itu sudah serah terima pada Jumat 29 Desember 2017, dan ditempatkan di lantai 8 Kementrian Kominfo.

“Jadi, awal tahun, sekitar awal januari, sudah beroperasi. Untuk namanya sendiri itu masih kita cari,” ujar dirjen yang biasa disapa Semmy itu.

Samuel menggambarkan mesin sensor tersebut ditempatkan di sebuah ruangan, dimana terdapat bermacam-macam monitor untuk tim pengendali bekerja. Sekeliling ruangan akan ditetapkan kaca-kaca seperti halnya ruang kontrol.

“Ini tak hanya dapat dimanfaatkan oleh Kominfo saja tapi lembaga atau kementerian yang memiliki kewenangan dapat menggunakannya. Misalnya BPOM yang mencari obat-obatan terlarang di internet,” imbuh mantan Ketua APJII ini.

Mengenai pengoperasiannya, mesin sensor internet ini akan menganut sistem kerja crawling secara otomatis. Mesin tersebut akan mendeteksi situs-situs negatif di dunia maya berdasarkan kata pencarian yang sudah dimasukkan oleh tim.

Semmy menyebutkan, setidaknya dibutuhkan 58 sumber daya manusia untuk mengoperasikan mesin sensor. Disebutkan sebelumnya, Kominfo berencana untuk mengalokasikan anggaran dana operasional mencapai Rp 74 miliar per tahunnya yang meliputi jasa saja.

Kominfo mengatakan mesin sensor internet ini untuk pengembangan Trust+ yang ada di bawah unit Direktorat Keamanan Kementerian Kominfo. Nanti mesin sensor tersebut dimanfaatkan untuk penapisan konten negatif di internet.

Mesin sensor ini merupakan tender yang digelar oleh Kominfo dengan nilai pagu mencapai Rp 211 miliar. Pemenang dari tender ini adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) yang menyisihkan 71 peserta lainnya.

Nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.

Cara pembayaran Kominfo ini menggunakan lump sump, yang artinya Kominfo akan membayar PT Inti setelah pengadaan barang tersebut sudah ada dan beroperasi.