Bingung Pilih Ahok atau Anies? Baca 4 Isu ini Sebelum Menentukan

0
180

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa mengungkapkan, ada empat isu penting yang bisa memengaruhi suara pemilih di Pilkada DKI Jakarta 2017. Hal itu merupakan temuan survei LSI selama 7-10 April 2017

Isu pertama yang berpengaruh adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat selaku petahana. Menurut Ardian, 73 persen responden LSI sangat puas dengan kinerja duet yang beken dengan sebutan Ahok-Djarot itu.

“Sebagian besar masyarakat masih puas dengan kinerja Ahok-Djarot,” kata Ardian saat memaparkan hasil survei LSI di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (13/4).

Namun, katanya, tingkat kepuasan ternyata tak berbanding lurus pada elektabilitas. Sebab, elektabilitas Ahok-Djarot justru lebih rendah dibanding duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menjadi penantang.

Sedangkan isu kedua adalah agama. Namun, kata Ardian, saat ini posisi Ahok-Djarot cukup diuntungkan seiring semakin surutnya sentimen agama.

“Ini isu menguntungkan Ahok. Trennya mengalami penurunan,” imbuhnya.

Yang ketiga adalah status hukum para kandidat. Sebab, mayoritas warga DKI tak rela punya gubernur tersangka.

“Masih ada 55,4 persen responden tidak rela jika dipimpin gubernur tersangka. Ini relatif menguntungkan Anies-Sandi,” paparnya.

Sedangkan isu terakhir yang menentukan adalah perbandingan keinginan responden yang menginginkan gubernur baru dengan yang ingin mempertahankan Ahok. Ternyata, 54,1 persen responden LSI menginginkan guberbur baru.

Sedangkan 33,7 persen responden masih menginginkan gubernur lama. Sisanya ada 12,2 persen responden yang tak menjawab atau merahasiakan pilihan mereka.

“Empat isu ini yang mempengaruhi suara pemilih Jakarta,” pungkasnya.

Untuk diketahui, LSI Denny JA pada 7-10 April lalu melakukan sirvei terhadap 440 responden. Survei dengan metode multistage random sampling itu menempatkan duet Anies-Sandi memiliki elektabilitas 51,4 persen.

Sedangkan elektabilitas Ahok-Djarot adalah 42,7 persen atau terpaut 8,7 persen di bawah Anies-Sandi. Margin of error survei itu adalah 4,8 persen.