Beredar Kabar Ahok Serahkan Rp10 trilun Sebagai Kontrak Politik

0
504

Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah dirinya menyerahkan mahar Rp10 triliun kepada PDIP sebagai kontrak politik agar dirinya diusung olehpartai berlambang banteng itu.

“Astagfirullahaladzim. Lu kalau mau fitnah cari yang lebih cerdas begitu ya. Ya dong,” bantah Ahokdi Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Seraya tertawa Ahok menyebut uang sebanyak itu bisa ia depositokan.

“Wah, kalau dihitung uang Rp 10 triliun kalau didepositokan bisa jadi Rp 60 miliar tiap bulan. Mending gue deposito, iya enggak,” jelasnya sambil menoleh ke arah Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun.

“Enggak usah maju lagi,” kata Fayakhun menambahkan.

Ahok khawatir akan muncul isu lain kalau dirinya bisa disogok Rp.10 triliun.

“Hati-hati lho. Nanti ada gosip nih. Kalau ada yang mau bayar Ahok Rp 10 T dia gak bisa maju lagi. Hati-hati ya,” tegasnya.

“Ahok tidak bisa dibayar dengan uang, kecuali dengan nyawanya. Harganya, ya nyawanya,” imbuhnya.

Kabar kontrak politik itu muncul sesaat PDIP akan mengumumkan pengusungan calon pasanganyang akan diusungnya. Saat itu Ahok dan Djarot datang ke rumah ketua umum PDIP. Ahokkemudian keluar pertama dengan muka masam dan mengatakan ia tidak menuju kantor DPP PDIP di Jalan Teuku Umar, Menteng.

Saat ditemui di Balai Kota, Ahok mengatakan dirinya diminta untuk menjalani sepuluh janji kesetiaan. Ia kemudian tiba di DPP PDIP melalui basement yang tidak diketahui oleh awak media.