Bela Negara Untuk Kalangan Generasi Muda Hingga Narapidana

0
111

Kementerian Pertahanan merajut kerja sama proses program bela negara dengan beberapa kementerian, organisasi orang-orang sipil, komune, BUMN serta organisasi penyedia fasilitas prasarana aktivitas bela negara.

Kerja sama itu mempunyai tujuan untuk memperluas tujuan program bela negara di kelompok orang-orang, mulai dari anak-anak sampai narapidana.

Perjanjian proses program bela negara di lingkungan instansi pemasyarakatan (lapas) diikuti dengan penandatanganan MoU pada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu serta Menkumham Yasonna Laoly di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017).

Yasonna menyebutkan, program pembinaan bela negara di lingkungkan lapas juga akan disinergikan dengan program pembinaan yang telah dikerjakan oleh Kemenkumhan.

Program bela negara itu bukan sekedar diperuntukkan pada semua narapidana, namun juga pada petugas lapas.

” Di lapas itu tempatnya orang orang pelanggar hukum, ada teroris, ada bandar narkoba, ada pelanggar hukum yang lain. Semuanya type pelanggar ada. Serta dengan program bela negara, kami berupaya mendidik serta merubah mentalitas mereka, ” tutur Yasonna.

Diluar itu, Kementerian Pertahanan dengan beberapa organisasi kemasyarakatan serta komune meluncurkan program Bela Indonesiaku.

Program itu diinisiasi oleh komune yang perduli dalam menebarkan nilai-nilai bela negara.

Ketua program Bela Indonesiaku, Ricky Hariyanto Sucipto menjelaskan Pergerakan Nasional Bela Indonesiaku adalah program sosialisasi Bela Negara ke orang-orang lewat cara yang kreatif lewat basis multimedia serta edutainment (edukasi serta entertainment).

” Kami butuh buat kiat komunikasi umum yang kreatif dengan memakai basis multimedia, manfaat menguatkan pembangunan ciri-khas, ” kata Ricky.