Balon Pilgub DKI 2017 Belum Mempunyai Program yang Jelas

0
244

Empat bulan menjelang pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta, yang berlangsung pada 15 Februari 2017. Ternyata, masih banyak masyarakat yang belum memutuskan untuk memilih pasangan calon.

Hasil temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menyebutkan ada sekira 28 persen swing voters atau belum menentukan pilihan pada pilgub DKI mendatang.

Melihat fenomena itu, pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyatakan faktor yang paling krusial adalah masih belum jelasnya program nyata dari seluruh calon yang berebut kursi DKI 1.

“Program masing-masing calon hingga saat ini masih belum jelas masih sebatas normatif. Sampai saat ini belum tampak secara nyata programnya apa aja,” kata Hendri.

Hendri menuturkan, swing voters ini akan memilih pada saat menjelang akhir-akhir pemilihan atau istilahnya ‘tikungan terkahir’. Sementara itu, lanjut Hendri, di luar 28 persen swing voters itu pasti juga masih ada yang belum secara mantap dalam memilih paslon yang ada.

Selain itu, dirinya juga menegaskan, masyarakat Jakarta dewasa ini sudah tidak mudah terpengaruh dengan segala macam bentuk black campaign yang kerap terjadi di setiap gelaran pesta demokrasi.

“Mereka (warga) sudah mampu memilih sendiri tidak akan bisa dipengaruhi orang lain dan isu di media sosial yang tidak valid,” tuturnya.

Sementara itu, dengan bergabungnya Artis Sophia Latjuba sebagai salah satu juru bicara tim kampanye Ahok, Hendri menegaskan, pabrik figur saat ini tidak akan mampu mendompleng hati swing voters.

“Artis cuma satu persen pengaruhnya, sementara sebanyak 76 persen itu pilihan diri sendiri,” tutupnya.