Bahaya Narkoba, Jenis-Jenis Baru Terus Bermunculan

0
202

Beberapa tahun belakangan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Selor memberi perhatian serius terhadap kasus penyalahgunaan narkoba.

Pasalnya dari sisi jumlah, kasus narkoba yang ditangani mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni mencapai lebih dari 100 persen.

“Meningkat 100 persen lebih,” kata Kepala Kejari (Kajari) Tanjung Selor Gunawan Wibisono.

Tingginya peningkatkan ini terang Gunawan, berdasarkan pengamatannya dipengaruhi dua faktor yakni eksternal dan internal.

Faktor eksternal berkaitan dengan meningkatnya perekonomian di sebuah daerah. Peningkatan perekonomian ini terangnya, juga membuat kinerja seseorang lebih baik dan tentunya akan berbanding lurus dengan bertambahnya pendapatan.

Dan selanjutnya, semakin seseorang memiliki uang, daya beli juga tentunya akan meningkat.

Tapi disisi lain terang Gunawan, peluang terjadinya stres juga semakin besar. Dan jika stres sudah memuncak, narkoba bisa jadi salah pelampiasan.

“Tuntutan corporate (perusahaan) atau lembaga manapun itu lebih kencang, sehingga bisa stres,” ujar Gunawan.

Selain itu terang Gunawan lagi, juga ada faktor internal.

Sejauh ini, kata dia, program Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang digalakkan kepolisian sudah cukup baik dan berdampak positif.

Hanya saja, masih perlu evaluasi. Jika penegakan hukum khususnya di level pengguna tetap dikedepankan, maka yang ada kata dia, hanya membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada dipenuhi narapidana (napi) kasus-kasus narkoba.

Pasalnya dilain sisi, jumlah pelaku-pelaku kasus narkoba juga terus bertambah.

Dia menilai, pola-pola yang juga dilakukan dalam penanganan perkara korupsi yakni mengedepankan upaya-upaya pencegahan, juga patut diterapkan.

Salah satunya dengan meningkatkan peran keluarga untuk membentengi khususnya generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Harus diakui kata Gunawan, masalah narkoba kini kian kompleks. Penindakan semata, tak mampu lagi untuk memberantas peredaran narkoba hingga akar-akarnya.

Walau sudah ada regulasi, pengedar juga tak kalah lihai dan terus putar otak untuk terus berinovasi. Hal ini bisa terlihat dari bermunculannya jenis-jenis narkoba baru yang tidak diatur dalam regulasi.

“Penambahan jenis-jenis narkoba baru yang kadang-kadang tidak diatur dalam regulasi. Ini masalah baru lho,” tandasnya.

Namun kendatipun demikian, penegak hukum menurutnya tidak bisa kalah langkah. Kejaksaan sendiri sedang menggagas kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian, untuk mencari pola-pola dan inovasi penanganan baru.

Selain itu, kejaksaan juga akan turun ke sekolah-sekolah untuk turut mensosialisasikan bahaya narkoba, kenakalan remaja dan hal-hal lainnya.

“Bagaimana ini bisa disiasati. Kita akan melakukan evaluasi nanti. Harapan saya, ada temuan-temuan baru, konsep-konsep baru yang bisa menerobos apa kendala selama ini,” ujarnya.