Anies Pecat Ahok vs Jokowi Pecat Anies Jadi Viral

0
215

Djarot Saiful Hidayat angkat bicara soal pernyataan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan memecat dirinya dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemimpin ibu kota.

Djarot mengatakan pemecatan Ahok, sapaan Basuki, tidak bisa disamakan dengan pemecatan yang pernah dialami oleh Anies ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kalau Pak Anies itu dulu bisa dipecat karena dia itu pembantu presiden. Kalau presidennya kemudian enggak cocok sama pembantunya kan diberhentikan, iya gak?” kata Djarot di Jakarta Timur, Rabu (29/2).

Anies memang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019. Dia dilantik 27 Oktober 2014.

Calon gubernur nomor urut tiga itu tak menjabat sesuai masa jabatannya lantaran terkena kebijakan reshuffle kabinet pada 27 Juli 2016. Posisinya digantikan oleh Muhadjir Effendy.

Berbeda dengan Anies yang berstatus pembantu presiden, Djarot mengatakan dirinya dan Ahok hanya menjalankan kontrak sebagai pelayan masyarakat sehingga yang berhak untuk memecat adalah warga DKI Jakarta.

“Maka sabar. Serahkan itu kepada pilihan warga. Kalau warga memang puas dengan kinerja kami (Ahok-Djarot) sebagai pelayan warga, ya sulit untuk bisa memecat kami,” kata Djarot.

Anies menyatakan siap memecat Ahok ketika keduanya hadir dalam acara debat yang diselenggarakan stasiun televisi Metro TV, Senin (27/3) lalu.

Dalam satu sesi, Anies menjawab pertanyaan Najwa Shihab yang menjadi moderator acara itu. “Sekarang saja saya sedang berusaha memberhentikan Pak Basuki dari gubernur,” kata Anies.

Anies kemudian memaparkan alasan untuk memberhentikan Ahok. Salah satunya adalah rendahnya serapan anggaran di masa pemerintahan Ahok yang hanya mencapai 70 persen pada tahun lalu.

“Kasihan warga Jakarta mendapat 70 persen anggaran, betapa tidak efektif kepemimpinan itu. Jangankan memecat anak buah, gubernurnya akan kita ganti tapi dengan menggunakan sistem yang benar,” ujar Anies.