Amien Rais: Kaum Minoritas Akan Hancurkan Indonesia

0
337

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Amien Rais mengkritik praktik hukum yang terjadi di Indonesia saat ini. Menurutnya, penegakan hukum Indonesia sangat diskriminatif.

“Law enforcement makin tak karuan. Sekarang, implementasi hukum itu super diskriminatif,” kata Amien dalam acara Refleksi 19 Tahun Reformasi bertajuk Menggembirakan Demokrasi dan Tribute to Amien Rais di Kantor PP Pemuda Muhammadiyah, Menteng 62, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5).

Amien tak mendeskripsikan secara rinci hal apa saja yang mendasari sikapnya. Jika terus dibiarkan terjadi, kata Amien, Indonesia akan bernasib sama dengan negara-negara lainnya. Negara besar dan berjaya, namun kini berbalik akibat pemaksaan kehendak terhadap kepentingan golongan tertentu.

“Soviet bubar karena mayoritas Rusia memaksa keberadaannya kepada etnis lain. Pun juga Yugoslavia, ketika di bawah kepemimpinan Joseph Tito, itu negeri Eropa Timur yang paling kuat tapi itu bubar jadi 6 negara kecil karena mayoritas memaksakan kehendak,” imbuhnya.

Amien mengatakan hal tersebut tak jauh berbeda seperti Indonesia, yang kedaulatan negaranya akan dikuasai kaum minoritas.

“Di negeri ini sepertinya terbalik. Minoritas ingin memaksa. Minoritas berjumawa, itu nanti juga akan hancur bahkan lebih cepat,” ujarnya.

Ditambah lagi, menurut Amien, permasalahan hukum yang belum lama muncul di permukaan, yaitu dugaan kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Amien mengatakan, masalah Ahok semakin mengancam keutuhan bangsa.

“NKRI ini sedang terancam keutuhannya. Sebelum Ahok memecah masalah yang sentitif, Pilkada Jakarta kemarin memperkuat gejala perpecahan bangsa,” sambung Amien di depan para hadirin yang datang.

Politikus PDIP Tanggapi Pernyataan Amien Rais soal Kaum Minoritas

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Amien Rais mengatakan bahwa Indonesia akan hancur, karena arogansi kaum minoritas. Pernyataan itu disampaikan dalam buku catatannya yang nantinya akan diserahkan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Menanggapi hal tersebut, Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengaku sedih atas sikap ketokohan Amien Rais.

“Pak Amien seharusnya paham dan mendukung presiden Joko Widodo. Ini negara bangsa, tidak boleh elit provokasi isu mayoritas dan minoritas. Pak Jokowi sedang cuci piring dan kasih lem barang yang retak akibat hate speech, yang sering dikeluarkan elit yang  mencerminkan intoleransi, fitnah dan egoisme kel mayoritas,” ujar Eva Kusuma Sundari.

Lanjut dia, bahwa hate speech seperti itu tidak pantas jika disampaikan oleh seorang tokoh seperti pak Amien Rais.

“Pak Jokowi juga sedang menegakkan hukum agar Empat Pilar tetap menjadi landasan pemerintahan dalam berbangsa dan bernegara. Hal tersebut, mengingat selama ini kelompok intoleran dibiarkan leluasa berkembang dan melakukan aksi-aksi yang justru memprihatinkan,” kata Eva Sundari

Politisi perempuan asal Jawa Timur itu mengajak semua pihak untuk tetap mendukung Presiden Jokowi bekerja keras menegakkan hukum di Indonesia.

Eva mengajak semua pihak mendukung presiden Jokowi, karena Presidenn sedang bekerja keras untuk memajukan kesejahteraan dan keadilan sosial.

“Tolong, pak Amien Rais dan kawan-kawan jangan heboh melulu bikin goyangan-goyangan. Nanti saja pas kampanye bikin negative campaign,” tegasnya mengingatkan.

“Kata BK (Bung Karno-red) , mari tempuh musyawarah di badan-badan perwakilan rakyat. Jalur yang disepakati konstitusi termasuk saat musyawarah di pemilu tahun 2019. Toh kepuasan rakyat ke Jokowi masih 60% lebih. Dan juga aksi-aksi  intoleransi bisa menjadi gangguan kita semua dalam bekerja. Aksi elite yang mencerminkan kebencian seharusnya disudahi jangan rakyat diprovokasi terus, ” tegas Eva Sundari Kusuma.

Sebelumnya, Amien Rais mengaku telah membukukan catatan pidatonya yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

“Dalam buku pidato saya ini, akan kita sampaikan ke pak Jokowi secepatnya. Saya katakan pak Jokowi, lihatlah negara terbesar hancur berantakan karena Anda bertindak seenak perutnya sendiri,” kata Amien Rais di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).

Nantinya, buku tersebut akan diubah menjadi soft copy yang nantinya diberikan kepada mantan gubernur Jakarta itu.

Adapun, alasan diberikan pidatonya ke Jokowi tak lain agar sang presiden bisa bercermin dan sadar akan pentingnya menjaga NKRI di saat setelah reformasi.

“Kita lihat Uni Soviet negara superpower, 70 tahun kemudian bubar. Karena apa? Mayoritas Rusia memaksakan kehendaknya kepada etnik yang lain, minoritas harus tunduk,” terangnya.

“Di negeri ini justru sepertinya terbalik, minoritas ingin memaksakan. Arogansi seperti itu justru akan hancur. Amien Rais bahkan ramalkan Indonesia akan Hancur, Karena Arogansi Kaum Minoritas.”