Amien Rais Akan Melaporkan Dugaan Korupsi ke KPK 2 Pejabat Penting RI

0
92

Bekas Ketua Umum PAN, Amien Rais, merencanakan menjumpai pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi sesudah memberi keterangan tentang masalah aliran dana korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan. Dalam sidang masalah alat kesehatan dengan terdakwa bekas Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Amien dimaksud terima dana sejumlah Rp 600 juta.

Dalam berkas tuntutan Siti Fadilah, jaksa menyebutkan ada duit yang mengalir ke rekening Amien Rais sejumlah Rp 600 juta. Transfer duit itu dikerjakan dalam sebagian step, yakni pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, serta 2 November 2007, dengan nilai transaksi semasing Rp 100 juta.

Didapati di tempat tinggalnya di Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Kamis, 1 Juni 2017, Amien tidak ingin memberi respon mengenai aliran dana alat kesehatan. Ia menyampaikan bakal menerangkan dengan cara utuh waktu jumpa wartawan di tempat tinggalnya di Jakarta, Jumat, 2 Juni 2017.

”Saya baca dari sebagian info di media. KPK buka kembali, tuturnya saya bisa aliran dana Rp 5 juta (jaksa menyebutkan Rp 600 juta). Dari 2003 hingga 2007. Apapun ini, saya terima dengan suka hati. Ini blessing in disguise (barokah tersembunyi), ” kata Amien.

Sesudah memberi info media, pada awal minggu besok, Senin, 5 Juni 2017, Amien merencanakan mendatangi kantor KPK. Ia menginginkan Ketua KPK Agus Rahardjo serta deretan pemimpin KPK yang lain.

Pada pemimpin KPK, Amien bakal menyerahkan laporan diisi data masalah sangkaan korupsi yang melibatkan dua tokoh besar di Indonesia. Ia menyampaikan masalah itu hingga sekarang ini mengendap serta belum diakukan.

”Saya bakal mengemukakan laporan saya tentang sangkaan korupsi dua tokoh besar negeri ini yang sampai kini mengendap serta tidak diapa-apakan, ” katanya.

Tentang siapa dua orang yang ditujukan, Amien Rais masih tetap merahasiakannya. “Siapa? Kelak. Gitu saja ya, bila ingin tahu posisi saya menanggapi ini, besok di Jakarta, ” kata Amien sembari bergegas pergi.