Ahok Tidak Hanya Menistakan Agama Tapi Juga Langgar Prinsip Utama Pancasila

0
439

Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama soal Surat Al Maidah ayat 51 terus dipersoalkan. Permintaan maaf yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta itu dirasa belum cukup.

Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat, Khalid Zabidi menjelaskan, sikap dan ucapan Ahok tersebut bukan hanya menyinggung kalangan muslim Jakarta, melainkan seluruh Indonesia.

“Sentimen yang awalnya anti Ahok dalam konteks dinamika Pilkada DKI kini meruncing tidak terkendali menjadi sentimen anti Cina dan anti konglomerat sarat dengan ketegangan SARA secara nasional,” jelas dia kepada redaksi, Jumat petang (21/10).

Khalid tegaskan, sikap Ahok yang arogan dan serampangan telah mencoreng prinsip utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Politik Demokrasi Pancasila mestinya menghadirkan semangat persatuan dan kesatuan yang menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air dan rakyatnya, bukan justru sebaliknya, menyulut pertikaian dan permusuhan sesama warga negara Indonesia,” tekannya.

Oleh karena itu, Khalid merasa Ahok mesti minggir atau otomatis didiskualifikasi dari keikutsertaannya dalam kontestasi politik pilkada DKI, karena dianggap telah melanggar prinsip utama terkait nilai-nilai Pancasila.

“Aparat negara, Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan KPU mesti tegas dalam menegakkan aturan hukum yang dilandasi oleh Pancasila sebagai sumber dari segala produk hukum dan aturan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” tegasnya.

“Rakyat Jakarta dan Indonesia menunggu Ahok keluar dari arena demokrasi ini atau di keluarkan secara paksa.”