Ahok Jadi Menteri Jadi Trending Topik Media Sosial

0
221

Perbincangan mengenai Ahok bakal menjadi menteri santer di dunia maya diawali cuitan Fadjroel Rahman, bekas aktivis yang kini menjadi komisaris utama PT Adhi Karya (BUMN bidang konstruksi). “Kalau Pak Ahok jadi MENTERI, menteri apa ya yang paling tepat?” kicau di akun twitter @fadjroel.

Kicauan ini lantas ramai-ramai dibalas dan dikomentari oleh warganet. Tidak kurang dari 400 jawaban muncul. Ada yang menjawab serius, ada yang cuma lucu-lucuan, ada juga yang nyinyir.

Akun @NovNuraidah menyarankan Presiden Jokowi mengangkat Ahok menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Mendagri paling cocok, bos bagi semua gubernur di Indonesia,” cuitnya membala Fadjroel. Cuitan ini kemudian diamini @Risma_hans dan @Jonny_Esmod. “Menteri Dalam Negeri!”

Warganet @EkaSanj59640046 menimpalinya berikut alasan mengapa Ahok tepat ditaruh di jabatan tersebut. “Mendagri, siapa yang berani mainin administrasi kalau Pak Ahok yang ngawasin,” kicaunya. Akun @BlackyZilla langsung menyahut, “Mendagri aja, biar melantik gubernur baru.”

Akun @yuzajouxa mengusulkan lain. Karena menganggap berhasil membangun infrastruktur Ibu Kota, dia menyarankan Ahok jadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). “Menteri PU,” saran dia yang disambut jawaban lain akun @MdennyT. “Menteri BUMN or Menko Ekonomi.”

Pemiliki akun @wati_hestia berharap keberhasilan Ahok membenahi birokrasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi mengangkatnya sebagai Menteri Pemberdayagunaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). “Menteri yang ngurusin ASN itu. Birokrasi negara yang berdampak langsung kepada pelayanan warga.”

Akun @mouse_leon88 meminta Ahok menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. “Ganti Puan Maharani lebih bagus sepertinya,” cuitnya. Sedangkan @denigun17 mengusulkan Ahok untuk ditempatkan pada pos Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, posisi yang dulu diduduki Anies Baswedan. “Anies sudah pernah jadi menteri, giliran Ahok berarti,” timpal akun @NathAyuu. “Anies dipecat jadi menteri, lalu jadi gubernur. Saya boleh dong berharap sebaliknya untuk Ahok.” sahut @JokoHQ.

Akun @Jambogartz terlihat berpikir lebih mengawang-awang. Kata dia, menteri apa pun boleh sebelum nanti dalam Pilpres berikutnya Ahok menjadi Wapres. “BUMN maybe or Mendagri. Tapi Ketua KPK juga boleh. Sebelum jadi Wapres.”

Akun @ardi_rasuan dan lainnya mengusulkan Ahok jadi penegak hukum. Alasannya, Ahok dianggap berhasil memberantas korupsi dan membersihkan birokrasi dari perilaku KKN. “Jaksa Agung,” kicaunya disambut HR @hamaro_id, “Ketua KPK lebih bagus.”

Di sisi lain, banyak warganet yang nyinyir dengan pertanyaan Fadjroel dan prediksi Ahok bakal menjadi menteri. “Menteri marah-marah dalam negeri,” sindir @IqbalFathurrahm.

Akun @glorymusicpdg lebih nyinyir lagi. Dia menyarankan Ahok menjadi Menteri Agama. “Ahok enggak kalah, paling besok juga dipilih jadi Menteri Agama. Belajar dari Duta Pancasila, Duta Santri..,” cuitnya.

Sindiran @AgusManik7 lumayan pedas. Dia mengaitkannya dengan dugaan bagi-bagi sembako yang dilakukan Timses Ahok beberapa hari sebelum coblosan. “Kepala Bulog,” candanya disambut @albert_andy. “Jaksa Agung merangkap Kapolri bro biar bebas.”

Akun @mata_indigo terlihat kurang setuju dengan prediksi-prediksi ini. “Yaaah Pilkada ini malah kayak ajang tukar guling jabatan,”cuitnya. Cuitan ini diamini @VeritasArdentur. “Tunggu dulu. Malah berisiko buat Jokowi di 2019. Sehabis 2019 saja. Kalau sekarang, istirahat dulu, maksimal dubeslah.”

Pemilik akun @SUHENDARYOS menganggap jabatan menteri merupakan pilihan kurang tepat bagi Ahok. “Kasihan Pak Jokowinya. Ahok mending balik ke Belitung aja,” sarannya.

Sedangkan akun @Een_Abidin malah meminta Ahok untuk menggantikan posisi Fadroel. “Jadi komisaris saja gantiin Bang Fadjroel,” kicaunya.

Ahok sendiri terlihat sudah sangat legowo dengan kekalahan di Pilkada ini. Lewat akun twitter pribadinya, @basuki_btp, dia berterima kasih kepada warga atas dukungan yang telah diterimanya kepadanya selama ini. “Terima kasih kepada seluruh warga Jakarta. Doakan kami agar tidak pernah lelah mengabdi dan melayani Indonesia,” cuitnya.