Agus-Sylvi Nomor Urut 1, Ahok-Djarot Nomor 2, dan Anies-Sandiaga Nomor 3

0
497

Pasangan Agus-Sylvi mendapat nomor urut 1, Ahok-Djarot mendapat nomor 2, dan Anies-Sandiaga mendapat nomor 3. Mereka kompak menyerukan kampanye damai yang tinggal dua hari lagi.

Setelah pengambilan nomor urut, cagub dan cawagub DKI Jakarta merapatkan barisan dengan tim suksesnya untuk mensolidkan strategi pemenangan Pilkada DKI Jakarta.

Para cagub cawagub DKI Jakarta menyerukan agar para pendukungnya menggelar kampanye damai dan tetap menjaga kebersihan serta ketertiban Ibu Kota. 

Selain itu, mereka juga punya jargon-jargon yang bakal semangat para pendukungnya untuk bersatu memenangkan kursi DKI 1.

Mana yang keren?

Berikut aksi cagub cawagub DKI Jakarta:

Agus siap berkompetisi dengan damai dan demokratis.

“Saya ucapkan terima kasih kepada KPUD maupun kepada pasangan calon karena kita telah melewati tahap demi tahap saya siap berkompetisi secara damai, sehat dan demokratis,” kata Agus Yudhoyono di Hall D, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 25 Oktober 2016.

“Alhamdulillah pasangan kami mendapat nomor satu. Tapi saya yakin semua nomor baik. Saya yakin pula bahwa kita semua di sini akan melaksanakan kampanye dengan tertib. Begitu cita-cita saya dan Bu Sylvi serta juga Pak Ahok dan Pak Djarot, lalu Mas Anies dan Mas Sandi,” lanjutnya.

Agus dan Sylvi juga mengusung jargon ‘Jakarta untuk Rakyat’. Dengan jargon itu Agus ingin Jakarta lebih aman, tertib dan selesai permasalahan yang selama ini dihadapi.

Ahok dan Djarot meminta para pendukungnya menjaga kebersihan selama kampanye. Mereka meminta pendukung tak menempel baliho di taman, dinding-dinding, hingga tiang listrik.

“Teruntuk pendukung setia Basuki-Djarot, saya minta betul-betul jangan pasang baliho di taman-taman, jangan tempel stiker di tembok-tembok, di pohon-pohon, di tiang-tiang listrik,” kata Cawagub Djarot saat memberi sambutan usai pengundian nomor urut di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).

Djarot mengatakan, taman hingga kali di Jakarta sudah bersih. Oleh karena itu kebersihannya harus dijaga betul.

“Jakarta sudah bersih, kali-kalinya sudah bersih, tamannya baik, mari kita jaga betul kebersihan kita semua. Tunjukan betul kedewasaan kita dalam berdemokrasi. Saya yakin pendukung setia Basuki-Djarot bisa jadi teladan contoh panutan yang bisa memberikan cahaya kepada seluruh warga DKI Jakarta,” ujar Djarot.

“Bahwa pilkada betul-betul perwujudan demokrasi yang dewasa, yang mencerahkan, bukan demokrasi yang mencaci maki satu sama lain,” lanjutnya.

Keduanya pun sudah memiliki jargon yang akan dibawa selama kampanye. “Yang jelas tagline, Kerja Keras Kerja Hebat,” ungkap Djarot.

Anies dan Sandi menawarkan program-program kepada warga Jakarta ialah program yang bertujuan membuat masyarakat Jakarta bahagia. Kebahagiaan itu didasarkan pada beberapa hal.

“Seperti yang kami sampaikan, kami ingin kampanye agar Jakarta bahagia warganya. Bahagia karena lapangan kerja tersedia. Bahagia karena pendidikannya diperhatikan. Bahagia karena institusinya dibangun secara bersih, transparan tanpa kompromi. Bahagia karena harga terjangkau, khusus untuk masyarakat menengah ke bawah, wong cilik. Bahagia karena infrastruktur terbangun, bahagia karena masalah yang selama ini mengahntui bisa terselesaikan. Itu program Anies-Sandi,” papar Sandi.

Anies menyambut baik nomor urut yang didapatnya dengan menghubungkannya ke sila ke-3 di Pancasila.

“Alhamdulillah, nomor 3. Persatuan Indonesia,” cuit Anies lewat akun Twitter-nya, @aniesbaswedan, Selasa (25/10/2016) sekitar pukul 21.00 WIB.

Di bawahnya ada tagar, #MajuBersama. Cuitan ini diretweet sebanyak 145 kali dan mendapat respons ‘love’ sebanyak 78 kali.

Ternyata, cuitan Anies adalah tanggapan dari cuitan Sandiaga lewat akun Twitter @sandiuno. Anies menulis di Twitter-nya pada pukul 18.49 WIB.

“Saya dan Mas @aniesbaswedan mendapatkan nomor urut 3. Berapa pun nomornya, salam kami tetap “Salam Bersama!” #SalamBersama #AniesSandi,” kata Sandiaga.