Agama Jangan Jadi Pemecah dan Alat Untuk Politik di Pilkada Serentak 2017

0
353

Cendekiawan Muslim Alwi Shihab mengimbau isu agama jangan jadi pemecah menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2017 yang akan dilaksanakan serentak di 101 daerah.

Menurutnya semua orang berpeluang menjadi kepala daerah, apapun latar belakang agamanya, selama bisa dititipkan amanat oleh rakyat.

“Jadi faktor agama jangan dijadikan faktor yang sangat penting. Kita lebih bagus melihat dari kinerja lalu keadilan dan performa,” kata Alwi di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Seperti diketahui, saat ini DKI Jakarta tengah ramai mengenai isu agama yang menyerang satu dari bakal calon gubernur DKI Jakarta, yakni Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

Mantan Menteri Luar Negeri pasca reformasi itu megingatkan pentingnya toleransi beragama. Menurutnya, toleransi dapat memerangi fanatisme, yang pada akhirnya akan menekan tindakan radikalisme dan ekstremisme.

“Perbedaan bukan sumber perpecahan, tapi perbedaan itu jadi sumber pengayaan kebudayaan kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashiddiqie juga mengingatkan jangan sampai Pilkada 2017 melemahkan semangat toleransi.

Menurutnya, sejauh ini toleransi di Indonesia sudah cukup baik. Dia mencontohkan di beberapa daerah sudah pernah ada kepala daerah yang agamanya berbeda dengan mayoritas masyarakat.

Dengan demikian, dia berharap isu yang saat ini terjadi di Jakarta jangan terlau dibuat heboh. “Kita sudah biasa sehinggga tidak perlu terlalu tegang. Biar rakyat yang tentukan pilihan,” ujarnya.