Aa Gym Siap Maju di Bursa Calon Gubernur Jawa Barat?

0
166

Ulama populer KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym masuk dalam bursa calon gubernur Jawa Barat 2018. Jawaban Aa Gym saat ditanya tentang peluangnya maju semakin jelas, walau belum ada kepastian.

“Saya dengar-dengar demikian, ada yang mencalonkan dari masyarakat. Saya istikharah. Jabatan itu amanah yang begitu berat, dunia akhirat, ” kata Aa Gym saat ditemui selesai mengisi dakwah umum yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh di Taman Bustanussalatin (Taman Sari), Kampung Baru, Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (3/7/2017).

Aa Gym menyebutkan ia baru mendengar berita tentang pencalonan itu dari media, ulama serta sebagian masyarakat. Sebelum mengambil keputusan bakal maju atau tidak, Aa Gym mengakui akan bermusyawarah terlebih dahulu. “Ya kelak mesti dimusyawarahkan serta ditafakur, pokoknya bila jabatan itu Allah yang memastikan. Kata kuncinya yaitu tidak bisa ambisius pada jabatan. Menurut Rasulullah bila kita tidak ambisius, bila jadi kelak Allah akan membantu, bila tidak jadi juga Allah akan membantu. Bila ambisius bila tidak jadi sakit hati bila jadi tidak ada yang nolong, bahaya, ” ungkap Aa Gym.

Lantas jika ada yang mencalonkan apakah Aa Gym siap? “Bila Allah mengambil keputusan Insyaallah Allah akan membantu, ” terang Aa Gym.

Seperti diberitakan di beberapa media , nama Aa Gym dengan mengejutkan keluar menjadi calon gubernur popular di sebagian survey Pilgub Jawa Barat 2018. Aa Gym dinilai mempunyai kesempatan untuk berkompetisi di Pilgub Jawa barat. Survey IndoBarometer yang digelar pada 17 hingga 23 Mei 2017 lalu mencatat Aa Gym menjadi Cagub terpopuler nomor dua dengan popularitas 94, 9 %.

Aa Gym hanya kalah dari Deddy Mizwar yang mempunyai popularitas 99 %. Nama Aa Gym juga masuk dalam daftar lima cagub yang disenangi dengan pencapaian persentase 80,2 %. Tempat pertama dihuni Ridwan Kamil 88,7 %, Deddy Mizwar 83 %, Dedi Mulyadi 80,9 %, serta Dede Yusuf 80, 2 %.

Namun Aa Gym, hingga kini belum dilirik oleh partai politik mana pun. Dia juga tidak terafiliasi dengan partai politik apa pun di Indonesia.