Akibat Bom Bunuh diri di Surabaya, 9 korban tewas 40 luka-luka

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera memastikan, ledakan yang terdengar di Gereja Santa Maria, Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya, diduga bom bunuh diri.

Frans menjelaskan, ledakan yang terjadi tepat di depan Gereja Santa Maria Surabaya terjadi cukup keras. Serpihan ledakan terlempar sampai 150 meter.

Terkait ledakan di Gereja Santa Maria Surabaya ini, Frans menambahkan, Polda Jawa Timur akan terus melakukan update karena ada dua ledakan secara bersamaan di dua lokasi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan korban di ledakan di 3 Gereja Surabaya bertambah satu orang. Sebelumnya korban meninggal dunia hanya 8 orang. Sehingga saat ini korban meninggal dunia menjadi 9 orang.

“Satu orang lagi meninggal dunia,” kata Frans di di Gereja Santa Maria, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

Hingga kini korban luka-luka akibat ledakan yang dirawat di rumah sakit jumlah 40 orang. Dua di antaranya merupakan anggota polisi. Sementara sisanya jemaat dari ketiga gereja. Yakni GPPS Jemaat Sawahan di jalan Arjuno, GKI Diponegoro, Gereja Santa Maria.

“Jadi saat ini ada 40 korban yang kita rawat di rumah sakit,” ucapnya.

Peristiwa meledaknya bom terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Raya Arjuno, Minggu pagi, dan dua peristiwa serupa lainnya dalam waktu yang hampir berdekatan, yakni di gereja kawasan Jalan Ngagel Madya dan Jalan Diponegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *