Hanya karena Shampo Rp 20 ribu tinggal, minimarket ini dipalak Rp 1 Juta

Detikfokus.comĀ  – Sekelompok warga diduga berasal kelompok salah satu ormas di Samarinda, Kalimantan Timur, menutup paksa operasional Alfa Midi, di Jalan Pangeran Suryanata, Samarinda, siang tadi. Beruntung polisi dan TNI segera tiba di lokasi dan melakukan negosiasi dengan warga agar tak meminta minimarket ditutup.

“Saya minta jangan ada menutup toko. Silakan negosiasi tapi jangan mengganggu pelayanan kepada masyarakat yang ingin membeli kebutuhan,” kata Kapolsekta Samarinda Ulu, Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo, kepada merdeka.com, Senin (26/3).

Peristiwa ini bermula saat seorang warga membeli ragam kebutuhan di minimarket tersebut pada Kamis (22/3) malam lalu. Saat selesai proses pembayaran, kasir lupa memasukkan shampo ke dalam kantong belanjaan warga.

“Begitu dicek barang belanjaan, tidak ada samponya. Kemudian mereka (warga) datang ke toko, minta ganti rugi,” ujar Sigit menceritakan kronologi kejadian.

Warga itu mendatangi kembali minimarket tersebut dan meminta penjelasan. Sempat terjadi negosiasi yang alot antara manajer toko dan pembeli. Meskipun akhirnya, pihak Alfa Midi meminta maaf dan bersedia mengganti rugi Rp 1 juta.

“Akhirnya toko minta maaf, dan ganti rugi Rp 1 juta. Padahal harganya sampo itu tidak sampai Rp 20 ribu,” sebut Sigit.

Meski terindikasi pemerasan dilakukan warga yang tinggal di Jalan Ringroad, Samarinda itu, pihak toko, lanjut Sigit, tidak keberatan. Sehingga, masalah itu, tidak berlanjut ke ranah hukum.

“Karena tidak keberatan, masalahnya sudah clear. Cuma memang tadi sempat warga menutup rolling door toko. Jadi saya minta buka,” jelas Sigit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *