Ini Dia Penyebab Meninggalnya Pendiri Matahari Department Store

Detikfokus.com – Pendiri Matahari Departmen Store, Hari Darmawan dikabarkan meninggal dunia , pada Sabtu (10/3/2018).

Hari serta merupakan pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) dikabarkan meninggal dunia pagi tadi.

Humas TWM, Teja Purwadi meng iya kan kabar yang beredar tersebut.

“Iya betul beliau meninggal tadi pagi,”ujarnya saat dikonfirmasikan kepada awak media.

Teja mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya pemilik TWM itu.

“Kalau itu bisa ditanya kepada pihak keluarga saja,” jelasnya.

 

Dia menambahkan, saat ini jasad Hari berada di RSUD Ciawi.

“Iya dibawa ke RSUD Ciawi, sekarang masih di sana,” terangnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan TribunnewsBogor.com masih mencoba menghubungi pihak keluarga untuk mendapat keterangan lebih lanjut.

Kawasan taman wisata matahari memang menjadi tujuan yang paling disukai untuk menikmati masa liburan.

Salah satu tempat wisata yang digemari warga yakni Taman Wisata Matahari (TWM).

Taman wisata yang berada di Jalan Raya Puncak KM. 77-78, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan.

Taman bertemakan alam ini memiliki luas 40 hektar.

Daya tarik utama yang ada di TWM ini adalah wahana perahu yang ada di danau.

Di danau ini, pengunjung bisa memilih perahu yang akan dinaiki.

Pertama, ada wahana perahu karet.

Kedua, ada perahu kayuh yang bisa dinaiki dua orang.

Perahu dengan bentuk seperti ikan ini dikayuh secara bersamaan oleh dua orang dan bisa dikemudikan sendiri.

Perahu ini cocok untuk pengunjung yang datang bersama kekasihnya.

Ketiga, ada perahu naga yang muat untuk 20 orang.

Pengunjung diajak mengitari danau sambil melihat pemandangan sekitar danau.

Keempat, ada perahu boat.

Wahana Perahu ini terbilang ekstrem, sebab perahu ini melaju dengan kecepatan tinggi.

Tak hanya itu, perahu yang muat hingga sepuluh orang ini juga digoyang-goyang seperti terombang-ambing.

Terakhir ada perahu kayak.

Marketing TWM, Budiman mengatakan harga tiket masuk TWM untuk akhir pekan seharga Rp 25 ribu.

“Kita buka dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pengunjung di waktu hari libur ini rata-rata 7 ribu perharinya,” katanya kepada awak media.

Hari Darmawan Jual Matahari Department Store Ke Lippo Group

Tahun 1996 saat Matahari Department Store berada di puncak popularitas. Publik dibuat terkejut dengan berita Hari  setuju menjual sebagian besar saham Matahari Department Store ke James Riady melalui Lippo Group.

Banyak pihak menduga, Hari sengaja menjual Matahari Department Store karena terlilit utang kepada Lippo Group yang hampir mencapai 1 triliun rupiah.

Ada juga pihak yang menduga penjualan Matahari Department Store merupakan strategi dari James Riady karena perkembangan Matahari membuat Wal-Mart terus menerus merugi. Namun demikian Hari Darmawan masih menjadi presiden direktur Matahari Department Store hingga tahun 2001.

Meskipun begitu menurut Hari, ia tidak menyesal dalam menjual Matahari Department Store miliknya ke Lippo Group. Kerusuhan tahun 1965 merupakan ‘pertanda’ dari Tuhan baginya untuk menjual perusahaannya ketika diwawancarai oleh majalah Tempo pada tahun 2004.

Hal ini terbukti ketika kerusuhan tahun 1998 kemudian pecah. Di masa itu banyak mal serta pusat perbelanjaan dibakar dan Indonesia mengalami krisis ekonomi yang cukup parah.

Akibatnya bisnis ritel pun mengalami anjlok yang luar biasa. Banyak perusahaan ritel yang tutup serta banyak pengusaha ataupun konglomerat bangkrut kala itu.

Sejak saat itu Hari Darmawan kemudian membentuk perusahan baru yang kemudian bergerak di banyak sektor yaitu fashion, pendidikan, swalayan dan gaya hidup namun banyak perusahaanya yang gagal berkembang.

Setelah melepaskan jaringan ritel Matahari, Hari Darmawan tinggal di kawasan Cisarua, Bogor. Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) itu lebih memilih menjadi sosial enterprenuer.

Ia lebih berfokus ke bidang sosial dan membangun tempat wisata dengan nama Taman Wisata Matahari (TWM) di Puncak Bogor, Jawa Barat.

Di tempat inilah Hari menghembuskan nafas terakhir. Ia diduga terpelesat dan jatuh ke sungai Ciliwung di kawasan TWM miliknya pada Jumat malam (9/3/2018). Jenazah Hari baru ditemukan tersangkut di batu kali Ciliwung pada Sabtu pagi (10/3).

“Ini masih dugaan sementara,” beber Senior Marketing and Creative Manager Taman Wisata Matahari, Ilham Fadjriansyah melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *